Turateanews.com — Sebanyak 31 anak dari berbagai sekolah dasar (SD) di Kabupaten Jeneponto tampil dalam kegiatan Polisi Cilik (Pocil) yang digelar di Pantai Merpati, Kabupaten Bulukumba, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan Pocil dari empat kabupaten, yakni Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, dan Selayar.
Di tengah suasana Pantai Merpati, anak-anak Jeneponto tampil membawa semangat dan keberanian. Seragam yang dikenakan bukan sekadar pakaian, tetapi menjadi simbol kedisiplinan dan tanggung jawab yang sejak dini mereka belajar untuk jalankan.
Sebelum sampai di panggung penampilan, 31 Pocil Jeneponto telah melewati proses latihan selama berminggu-minggu.
Latihan tersebut diberikan langsung jajaran Polres Jeneponto melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jeneponto.
Hari demi hari mereka belajar mengikuti gerakan, menjaga kekompakan, membangun kedisiplinan, hingga berani tampil di hadapan orang banyak.
Tidak mudah bagi anak-anak seusia mereka untuk berdiri bersama dalam satu barisan dan menjaga gerakan tetap kompak. Namun, proses latihan membuat mereka semakin percaya diri.
Semangat itu pula yang kemudian mereka bawa ketika tampil di Pantai Merpati Bulukumba.
Di sisi lain, ada wajah-wajah orang tua yang turut menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Mereka hadir memberikan dukungan secara langsung, menyaksikan putra-putrinya tampil sekaligus memberikan semangat dari dekat.
Salah satunya Mustaufik, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto, yang hadir mendampingi putranya, Amdan, siswa kelas 5A SD 17 Binamu.
Amdan tampil bersama rekan-rekannya dengan penuh percaya diri. Kehadiran sang ayah menjadi dukungan tersendiri bagi Amdan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
Semangat yang sama juga terlihat dari Adzkya Syafika, siswi SD 17 Binamu, yang turut menjadi bagian dari 31 Pocil Jeneponto.
Mereka memang belum membawa pulang juara utama. Pocil Jeneponto harus puas meraih Juara Harapan.
Namun, hasil tersebut tidak menghapus makna dari perjalanan yang telah mereka lalui.
Sebab, bagi anak-anak ini, kemenangan tidak selalu berbentuk piala.
Ada keberanian untuk tampil di hadapan orang lain. Ada kedisiplinan yang dibangun melalui latihan. Ada kekompakan yang tumbuh dari kebersamaan.
Dan yang tidak kalah penting, ada kebanggaan ketika nama Kabupaten Jeneponto disebut dan dibawa bersama dalam sebuah kegiatan di daerah lain.
Dari kegiatan Pocil ini, anak-anak juga belajar banyak hal yang akan berguna dalam kehidupan mereka. Mulai dari disiplin, kerja sama, tanggung jawab, ketertiban berlalu lintas hingga keberanian mengambil peran.
Nilai-nilai tersebut mungkin sederhana hari ini, tetapi dapat menjadi bekal penting ketika mereka tumbuh menjadi generasi yang lebih besar dan memikul tanggung jawab yang lebih besar pula.
Karena itu, Juara Harapan yang diraih Pocil Jeneponto bukanlah akhir dari cerita.
Justru dari pengalaman di Bulukumba, mereka mendapatkan satu pelajaran penting bahwa setiap penampilan adalah proses belajar dan setiap kompetisi adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik.
Dari Pantai Merpati Bulukumba, 31 Pocil Jeneponto pulang bukan hanya membawa hasil perlombaan.
Mereka membawa pengalaman, keberanian, persahabatan, dan kebanggaan karena telah berdiri membawa nama daerah.
Kelak, mereka diharapkan mampu berdiri sebagai generasi yang disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, dan membanggakan Jeneponto.
Teruslah belajar, teruslah berlatih, dan teruslah berani tampil.
Sebab, setiap langkah kecil yang kalian lakukan hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju masa depan. (*)










