PAJOKKA Hadir di Bangkala, Pelayanan Administrasi Kini Semakin Dekat dengan Masyarakat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 04:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com, Bagi sebagian masyarakat, mengurus dokumen administrasi bukan hanya soal kelengkapan persyaratan. Jarak, keterbatasan waktu, informasi yang belum jelas, hingga kebutuhan untuk datang berulang kali ke kantor pelayanan sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Menjawab persoalan tersebut, Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto menghadirkan inovasi pelayanan publik PAJOKKA (Pelayanan Jemput Bola Ka’ Karaeng)

Mengusung semangat “Mendekatkan Pelayanan, Memudahkan Masyarakat” PAJOKKA mulai dilaksanakan pada 2026 dengan memanfaatkan teknologi yang sederhana dan sudah akrab dengan keseharian masyarakat, yakni WhatsApp serta dokumen digital dalam bentuk foto, JPEG dan PDF.

Bagi Kecamatan Bangkala, digitalisasi pelayanan tidak harus selalu identik dengan aplikasi yang rumit. Justru, teknologi yang sudah dikenal masyarakat dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pelayanan yang lebih sederhana, mudah dijangkau dan responsif.

PAJOKKA lahir dari kesadaran bahwa pelayanan publik harus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat.

Sebelum inovasi ini hadir, masyarakat cenderung harus datang langsung ke kantor untuk memperoleh informasi dan memastikan kelengkapan persyaratan pelayanan.

Kondisi tersebut dapat menjadi kendala bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses.

Melalui PAJOKKA, masyarakat dapat berkomunikasi dengan petugas melalui WhatsApp untuk memperoleh informasi mengenai jenis layanan, persyaratan, mekanisme pengurusan maupun menyampaikan kendala yang dihadapi.

Bahkan, dokumen persyaratan dapat dikirim dalam bentuk foto atau JPEG untuk dilakukan pemeriksaan awal sebelum masyarakat datang atau sebelum proses pelayanan dilanjutkan.

Prinsipnya sederhana:
“Tidak harus menunggu masyarakat datang, tetapi pelayanan yang bergerak mendekat kepada masyarakat.”

Cara kerja PAJOKKA dirancang sederhana agar mudah dipahami masyarakat.
Ketika membutuhkan pelayanan, masyarakat dapat menghubungi admin atau petugas PAJOKKA melalui WhatsApp, atau menyampaikannya melalui admin desa.

Petugas kemudian memberikan informasi mengenai jenis pelayanan, persyaratan dan tahapan pengurusan. Dokumen persyaratan dapat dikirim melalui WhatsApp untuk diperiksa terlebih dahulu.

Jika terdapat kekurangan, masyarakat atau admin desa/kelurahan akan memperoleh informasi sehingga dokumen dapat segera dilengkapi.

Untuk pelayanan dokumen kependudukan, pengajuan kemudian dikoordinasikan antara admin desa/kelurahan dan admin Kecamatan. Dokumen disusun berdasarkan tanggal pengajuan dan desa, kemudian diajukan melalui layanan online penerbitan dokumen.

Setelah proses selesai, dokumen yang telah diterbitkan dapat dikirim kembali melalui WhatsApp untuk selanjutnya dicetak oleh admin desa/kelurahan dan diserahkan kepada masyarakat.

Dengan mekanisme tersebut, PAJOKKA berupaya menjadikan pelayanan lebih mudah, cepat, sederhana, transparan dan responsif.

Sasaran PAJOKKA adalah seluruh masyarakat Kecamatan Bangkala yang membutuhkan pelayanan administrasi.

Secara khusus, inovasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan, pasangan yang baru melaksanakan pernikahan, keluarga yang membutuhkan pembaruan dokumen kependudukan, serta masyarakat yang mengalami kendala dalam pengurusan dokumen.

PAJOKKA juga dibangun melalui kolaborasi antara Kecamatan Bangkala, pemerintah desa/kelurahan se-Kecamatan Bangkala, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jeneponto, KUA Kecamatan Bangkala serta stakeholder terkait.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting agar pelayanan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung antara pemerintah kecamatan, desa/kelurahan dan instansi teknis.

PAJOKKA tidak hanya memberikan kemudahan komunikasi antara masyarakat dan petugas.

Inovasi ini juga memberikan kontribusi terhadap pemutakhiran data kependudukan.

Salah satu hasil yang telah dilakukan adalah penyampaian 344 nama terkait data akta kematian kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jeneponto untuk ditindaklanjuti.

Data kependudukan yang semakin akurat menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, PAJOKKA membawa dua perubahan sekaligus: memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan dan membantu pemerintah memperkuat kualitas data kependudukan.

Salah satu keunggulan PAJOKKA adalah kesederhanaannya.
Masyarakat tidak perlu mengunduh aplikasi baru atau mempelajari sistem digital yang kompleks. Cukup menggunakan WhatsApp yang sudah familiar dalam kehidupan sehari-hari.

Teknologi sederhana tersebut memungkinkan komunikasi pelayanan, penyampaian dokumen, pemeriksaan awal, koordinasi dan penyampaian hasil dilakukan dengan lebih praktis.

Selain sederhana dan mudah, PAJOKKA juga dinilai lebih responsif, murah karena dapat mengurangi kebutuhan masyarakat datang berulang kali ke kantor pelayanan, serta memiliki peluang untuk direplikasi di wilayah lain.

Hal ini memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu harus mahal dan menggunakan teknologi yang kompleks.

Terkadang, inovasi justru hadir ketika pemerintah mampu memanfaatkan teknologi yang sudah dimiliki dan dikenal masyarakat untuk menyelesaikan persoalan yang nyata.

Kecamatan Bangkala berkomitmen untuk terus menjalankan dan mengembangkan PAJOKKA sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pengembangannya dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan, kerja sama dengan Disdukcapil dan KUA, peningkatan kemampuan petugas/admin, pemanfaatan WhatsApp sebagai media komunikasi pelayanan, pengelolaan dokumen digital, sosialisasi kepada masyarakat dan evaluasi secara berkala.

Ke depan, PAJOKKA juga diarahkan untuk mengembangkan sistem pelayanan digital secara bertahap, termasuk optimalisasi penyimpanan arsip digital melalui Google Drive, sebelum dikembangkan menuju sistem pelayanan yang lebih terintegrasi sesuai kebutuhan dan kesiapan masyarakat.

Camat Bangkala UUD PANCA, S.Sos., M.M. menegaskan pesan sederhana yang menjadi semangat inovasi tersebut:
“Jangan membuat masyarakat belajar teknologi yang rumit hanya untuk mendapatkan pelayanan. Gunakan teknologi yang sudah mereka kenal untuk membuat pelayanan menjadi lebih mudah.”

Lebih jauh, inovasi ini berbicara tentang perubahan cara pemerintah melayani masyarakat dari pelayanan yang menunggu menjadi pelayanan yang bergerak mendekat.

Sebab, pelayanan publik yang baik bukan hanya tentang seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi tentang seberapa mudah masyarakat mendapatkan hak pelayanannya. (*)

Berita Terkait

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea
DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang
Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas
Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat
Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite
Semarakkan HUT ke-49, BKPRMI Jeneponto Gelar Donor Darah di Lokasi Car Free Day
TDA Jeneponto Siapkan Ekosistem Pengusaha Bertumbuh Melalui Kickoff Kepengurusan 9.0
Disdikbud Jeneponto Gelar Rakor Lintas Sektor Matangkan Raperbup Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:01 WIB

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea

Selasa, 15 September 2026 - 09:14 WIB

DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang

Selasa, 15 September 2026 - 09:07 WIB

Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas

Selasa, 15 September 2026 - 07:45 WIB

Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat

Senin, 14 September 2026 - 11:54 WIB

Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite

Berita Terbaru