GASPOL PUDDIN : Satpol PP Jeneponto Hadir Bukan Hanya Menertibkan, Tapi Juga Mendidik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com — Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran meluncurkan inovasi terobosan bernama GASPOL PUDDIN — Gerakan Satuan Polisi Pamong Praja Peduli Pendidikan, sebuah langkah strategis yang mengubah paradigma penanganan pelajar dari sekadar penertiban menjadi pendekatan humanis, edukatif, dan kolaboratif demi menjamin keberlangsungan pendidikan generasi muda daerah.

Pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan Kabupaten Jeneponto, namun permasalahan seperti anak usia sekolah berada di luar lingkungan belajar pada jam pelajaran, keterlibatan pelajar dalam aktivitas yang tidak mendukung proses pendidikan, serta berbagai kendala sosial-ekonomi keluarga membutuhkan perhatian dan penanganan menyeluruh.

Satpol PP, yang memiliki tugas menjaga ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, memandang perannya tidak terbatas pada penegakan aturan, melainkan juga berkontribusi aktif menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

“Permasalahan pendidikan tidak hanya urusan sekolah dan keluarga. Diperlukan sinergi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat agar anak-anak tetap berada di jalur pendidikan yang benar,” ungkap Ajip Rizal Azis, S.H., M.M., inisiator inovasi sekaligus Kasi Pembinaan Penyuluhan dan Pengawasan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jeneponto.

GASPOL PUDDIN hadir bukan untuk menindak, melainkan memantau, mencegah, membina, dan merujuk. Setiap pelajar yang ditemukan berada di luar sekolah pada jam belajar tidak hanya diarahkan kembali ke sekolah, tetapi juga diberikan pendekatan persuasif, digali penyebab keberadaannya di luar lingkungan pendidikan, serta dikoordinasikan dengan pihak sekolah, orang tua, Dinas Pendidikan, dan pemerintah desa/kelurahan untuk menemukan solusi yang berkelanjutan.

Langkah konkret yang dijalankan meliputi:
– Pemantauan rutin di titik rawan berkumpulnya pelajar pada jam belajar
– Pembinaan dan edukasi tentang pentingnya pendidikan dan kedisiplinan
– Pendataan dan identifikasi akar permasalahan
– Koordinasi lintas sektor untuk penanganan terpadu
– Pendampingan hingga anak kembali mengikuti pembelajaran
– Monitoring dan evaluasi berkelanjutan

Sejak digulirkan, inovasi ini mulai menghasilkan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat, sekolah, maupun pemerintah:

– Berkurangnya jumlah pelajar di luar sekolah pada jam belajar
– Meningkatnya kerja sama antara Satpol PP, sekolah, dan keluarga
– Bertumbuhnya kesadaran pelajar akan pentingnya pendidikan dan kedisiplinan
– Terbangunnya lingkungan yang lebih aman dan tertib di sekitar sekolah dan ruang publik

“Dengan adanya program Satpol PP Peduli Pendidikan, kami merasa terbantu karena anak-anak tidak hanya ditegur, tetapi juga diberikan pembinaan dan diarahkan kembali untuk mengikuti pendidikan. Kami berharap program ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan.” H. Abdul Rahman, S.Ag., M.M., Kepala MTSN 1 Jeneponto.

Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jeneponto berkomitmen terus mengembangkan GASPOL PUDDIN melalui perluasan cakupan wilayah, penguatan kerja sama lintas sektor, peningkatan kapasitas petugas, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk pendataan dan monitoring yang lebih akurat.

Tujuannya satu : menjadikan inovasi ini sebagai pilar pendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Jeneponto.

“Menertibkan bukan sekadar menegur, tetapi mendidik dan membina. Menjaga ketertiban hari ini adalah bagian dari menjaga masa depan generasi Kabupaten Jeneponto.”

GASPOL PUDDIN, bukti bahwa kehadiran aparat pemerintah tidak hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga hadir dengan hati, peduli pada masa depan anak-anak, dan bergerak bersama mewujudkan Jeneponto Bahagia melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea
DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang
Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas
Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat
Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite
Semarakkan HUT ke-49, BKPRMI Jeneponto Gelar Donor Darah di Lokasi Car Free Day
TDA Jeneponto Siapkan Ekosistem Pengusaha Bertumbuh Melalui Kickoff Kepengurusan 9.0
Disdikbud Jeneponto Gelar Rakor Lintas Sektor Matangkan Raperbup Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:01 WIB

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea

Selasa, 15 September 2026 - 09:14 WIB

DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang

Selasa, 15 September 2026 - 09:07 WIB

Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas

Selasa, 15 September 2026 - 07:45 WIB

Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat

Senin, 14 September 2026 - 11:54 WIB

Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite

Berita Terbaru