Turateanews.com — Di tengah suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat kemerdekaan juga terlihat dari aktivitas para petani di Kampung Lembang Loe, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Pada Rabu, 13 Agustus 2026, sejumlah petani di wilayah tersebut melakukan panen padi menggunakan mesin dros atau mesin panen padi berkapasitas besar.
Sebagian hamparan sawah telah selesai dipanen, sementara petak lainnya masih menunggu bulir padi menguning dan memasuki waktu panen.
Aktivitas tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai kegiatan perayaan, tetapi juga melalui kerja nyata masyarakat dalam menjaga produktivitas dan ketahanan pangan.
Menariknya, panen kali ini merupakan musim tanam kedua bagi sebagian petani setelah sebelumnya melakukan panen pada awal 2026.
Kondisi tersebut dapat berlangsung karena dukungan pengairan melalui pompanisasi yang memanfaatkan sumber air dari sungai di sekitar kawasan Lembang Loe.
Salah seorang petani, Sudirman, yang akrab disapa Tonteng, menyampaikan bahwa hasil panen kali ini cukup baik meskipun wilayah tersebut telah memasuki musim kemarau.
“Alhamdulillah hasilnya cukup bagus. Pengairan masih bisa dibantu dengan pompa dari sungai, sehingga kami tetap bisa menanam dan panen,” ujarnya.
Selain padi, sejumlah petani juga telah melakukan panen jagung dan sebagian lainnya kembali melakukan penanaman jagung. Pola tanam tersebut memperlihatkan upaya petani mengoptimalkan lahan dan sumber daya yang tersedia agar tetap produktif sepanjang musim.
Dari sisi pemasaran, Sudirman menyebutkan bahwa gabah basah yang dijual langsung kepada pedagang saat ini berada di kisaran Rp6.400 per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup baik, namun petani tetap berharap adanya kepastian penyerapan hasil panen, termasuk melalui pemerintah dan Perum Bulog, dengan harga yang mampu memberikan keuntungan lebih baik bagi petani.
Di sisi lain, penggunaan mesin dros dalam proses panen menjadi bagian penting dari perkembangan mekanisasi pertanian. Mesin tersebut saat ini masih didatangkan dari kabupaten lain. Karena itu, petani berharap ke depan terdapat dukungan agar kelompok tani dapat memiliki atau memperoleh akses yang lebih mudah terhadap mesin panen sendiri.
Ketersediaan alat dan mesin pertanian, dukungan pengairan, kepastian pasar, serta peningkatan produktivitas menjadi bagian penting dalam membangun pertanian yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Panen padi di Lembang Loe pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi sebuah potret sederhana namun bermakna : kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui kemampuan petani mengolah lahannya, menghasilkan pangan, dan menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penguatan ketahanan pangan dan upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Dari hamparan sawah di daerah, cita-cita besar tersebut sesungguhnya dibangun dari tangan petani, dari lahan yang produktif, dan dari keberanian untuk terus menanam meskipun musim terus berubah.
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Dari Lembang Loe, semangat kemerdekaan tumbuh bersama panen dan harapan untuk ketahanan pangan Indonesia. (*)










