Turateanews.com — Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Salah satu upaya tersebut dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Kabupaten Jeneponto melalui Bidang Cipta Karya dengan mengembangkan inovasi Sistem Informasi Sedot Tinja Terintegrasi (SISTAI).
Inovasi yang mulai dikembangkan sejak 2024 ini dirancang untuk menghadirkan pelayanan sedot tinja yang lebih mudah, cepat, transparan, terukur, dan terdokumentasi melalui sistem informasi terintegrasi.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU-TR Kabupaten Jeneponto, Akhzan Muliyadi, ST., MM., selaku inovator, menjelaskan bahwa SISTAI lahir dari kebutuhan untuk memperbaiki tata kelola pelayanan sedot tinja yang selama ini menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pengelolaan data pelanggan, proses permohonan, penjadwalan armada, dokumentasi hingga pelaporan pelayanan.
Menurutnya, pelayanan sedot tinja bukan sekadar aktivitas penyedotan, tetapi merupakan bagian penting dari pelayanan sanitasi yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.
Melalui SISTAI, seluruh tahapan pelayanan dirancang berada dalam satu alur, mulai dari permohonan masyarakat, penerimaan dan verifikasi data, penjadwalan, penugasan armada dan petugas, pelaksanaan penyedotan, dokumentasi, penyelesaian hingga pelaporan.
Dengan sistem tersebut, setiap permohonan dapat memiliki status dan rekam data yang terdokumentasi sehingga memudahkan masyarakat maupun pemerintah dalam mengetahui proses pelayanan.
SISTAI dikembangkan dengan konsep sederhana namun terukur, yaitu:
Masyarakat→Permohonan→ Verifikasi→Penjadwalan→ Armada Petugas→ Pelayanan→ Dokumentasi → Penyelesaian → Pelaporan.
Melalui mekanisme ini, masyarakat menjadi lebih mudah mengajukan permohonan layanan, sementara petugas memperoleh basis data yang dapat digunakan untuk mengatur jadwal dan pemanfaatan armada secara lebih efektif.
Bagi pemerintah daerah, sistem tersebut diharapkan mampu memperkuat tertib administrasi, meningkatkan kecepatan penyampaian informasi, sekaligus menyediakan data yang lebih akurat untuk kebutuhan monitoring, evaluasi, dan perencanaan sanitasi.
Sasaran SISTAI mencakup seluruh masyarakat Kabupaten Jeneponto, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), TNI/Polri, ASN, toko, hotel, rumah makan, kafe, serta kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan layanan penyedotan lumpur tinja.
Manfaat inovasi ini tidak hanya berkaitan dengan kemudahan mendapatkan layanan.
Dalam jangka menengah, SISTAI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan armada, akurasi data, transparansi dan akuntabilitas pelayanan.
Sementara dalam jangka panjang, inovasi tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sanitasi masyarakat, pengelolaan lumpur tinja yang lebih terencana, mengurangi risiko pencemaran lingkungan, meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, serta mewujudkan pelayanan sanitasi berbasis digital di Kabupaten Jeneponto.
Salah satu nilai penting SISTAI terletak pada kemampuannya membangun database pelayanan sedot tinja.
Data yang terkumpul dari setiap proses pelayanan dapat menjadi sumber informasi bagi pemerintah daerah untuk melihat kebutuhan sanitasi masyarakat secara lebih terukur.
Dengan demikian, teknologi tidak hanya digunakan untuk mempermudah proses pelayanan, tetapi juga untuk membangun basis data yang dapat mendukung pengambilan kebijakan.
Hal ini menjadi penting karena pengelolaan lumpur tinja yang tidak terencana dapat berdampak terhadap pencemaran lingkungan, sumber air, serta kesehatan masyarakat.
Karena itu, digitalisasi pelayanan melalui SISTAI diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola sanitasi Kabupaten Jeneponto.
Dinas PU-TR Kabupaten Jeneponto telah menyusun tahapan pengembangan SISTAI secara bertahap, mulai dari identifikasi masalah, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, pengujian, pelatihan operator, uji coba hingga implementasi.
Dalam rencana pengembangan, implementasi SISTAI ditargetkan pada Desember 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan monitoring secara berkala dan pengembangan sistem secara tahunan.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan inovasi tidak berhenti pada gagasan atau pembangunan aplikasi, tetapi benar-benar dipersiapkan untuk menjadi bagian dari sistem pelayanan publik.
Pada akhirnya, SISTAI membawa pesan bahwa pelayanan sanitasi juga membutuhkan inovasi.
Ketika masyarakat semakin membutuhkan layanan yang cepat, mudah dan transparan, pemerintah dituntut untuk terus menyesuaikan cara kerja pelayanan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Melalui Sistem Informasi Sedot Tinja Terintegrasi (SISTAI), Dinas PU-TR Kabupaten Jeneponto berupaya menghadirkan pelayanan sanitasi yang tidak hanya lebih tertib secara administrasi, tetapi juga lebih mudah diakses masyarakat dan lebih kuat sebagai basis data pembangunan. (*)










