GOL 1000 Langkah, Menjadikan Stadion Turatea sebagai Ruang Publik dan Gerakan Hidup Sehat Jeneponto

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com —Ada perubahan yang kini mudah terlihat di Stadion Turatea. Pagi hari, masyarakat mulai berdatangan untuk berjalan kaki dan jogging. Pagi dan Menjelang sore, kawasan stadion kembali ramai oleh keluarga dan warga yang melakukan aktivitas olahraga ringan. Bahkan hingga malam hari, ruang tersebut tetap hidup dengan berbagai aktivitas masyarakat dan kegiatan daerah.

Stadion Turatea kini tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat berlangsungnya pertandingan olahraga. Ia telah berkembang menjadi ruang publik, ruang interaksi sosial, ruang keluarga, sekaligus ruang tumbuhnya budaya hidup sehat masyarakat Kabupaten Jeneponto.

Perubahan tersebut tidak datang begitu saja. Menjelang akhir 2025, Pemerintah Kabupaten Jeneponto di bawah kepemimpinan Bupati Paris Yasir, melakukan revitalisasi Stadion Turatea sehingga wajah dan fungsi kawasan tersebut semakin representatif untuk digunakan masyarakat.

Dari fasilitas yang sebelumnya kurang termanfaatkan, Stadion Turatea perlahan berubah menjadi salah satu ruang publik yang semakin ramai dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jeneponto.

Transformasi itulah yang kemudian menjadi salah satu ruang tumbuh bagi GOL 1000 LANGKAH (Gerakan Berolahraga Seribu Langkah) yang digagas Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jeneponto melalui Andi Bacsr an, S.A.P., Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga.

Sebuah stadion sejatinya tidak hanya dibangun untuk pertandingan.
Ia dapat menjadi tempat masyarakat bertemu, berolahraga, bersosialisasi, menikmati waktu bersama keluarga, bahkan menjadi ruang ekonomi masyarakat.

Gambaran tersebut kini mulai terlihat di Stadion Turatea.
Revitalisasi yang dilakukan pemerintah daerah membuka peluang pemanfaatan stadion secara lebih luas.

Berbagai kegiatan olahraga maupun kegiatan hiburan masyarakat mulai digelar di kawasan tersebut.
Pada momentum Ramadan 2026, misalnya, kawasan Stadion Turatea menjadi bagian dari penyelenggaraan Ramadhan Expo yang menghadirkan puluhan tenant UMKM dan menarik ribuan masyarakat.

Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa sebuah fasilitas olahraga dapat memiliki fungsi yang jauh lebih luas ketika dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.

Tetapi pada saat yang sama, ia juga menjadi tempat keluarga berkumpul, masyarakat berinteraksi, pelaku UMKM mengembangkan usaha, dan pemerintah menghadirkan berbagai kegiatan untuk masyarakat.

Di tengah perubahan tersebut, Dispora Jeneponto melihat bahwa revitalisasi stadion tidak cukup berhenti pada perubahan fisik.

Ruang yang sudah menjadi lebih nyaman harus diisi dengan aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, GOL 1000 LANGKAH hadir sebagai gerakan sederhana untuk mendorong masyarakat menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Tidak diperlukan peralatan olahraga yang mahal.
Tidak diperlukan kemampuan atletik khusus.
Cukup berjalan kaki.
Seribu langkah.

Namun di balik kesederhanaan itu terdapat pesan yang jauh lebih besar: mengajak masyarakat bergerak.
Bergerak untuk kesehatan, bergerak untuk kebahagiaan, bergerak bersama keluarga, dan bergerak membangun kebiasaan hidup yang lebih baik.

GOL 1000 LANGKAH tidak semata-mata berbicara tentang berapa langkah yang berhasil dilakukan seseorang.
Lebih dari itu, gerakan ini dapat menjadi pintu masuk untuk membangun interaksi sosial yang sehat.

Seorang anak dapat berjalan bersama orang tuanya.
Suami dan istri dapat berolahraga bersama.
Para lansia dapat bertemu dan melakukan aktivitas ringan.
Anak muda dapat menggunakan ruang publik untuk aktivitas positif.

Masyarakat yang sebelumnya mungkin hanya datang ke stadion ketika ada pertandingan, kini memiliki alasan untuk datang setiap hari.
Inilah kekuatan ruang publik.
Ketika ruang publik nyaman dan aman, masyarakat akan mengisinya dengan kehidupan.

Dan ketika masyarakat mulai menggunakannya secara rutin, ruang tersebut perlahan berubah menjadi bagian dari identitas sebuah kota.

Aktivitas masyarakat yang meningkat di kawasan stadion juga memberikan peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
Masyarakat yang datang untuk berolahraga membutuhkan air minum, makanan ringan, maupun berbagai kebutuhan lainnya. Ketika kegiatan semakin ramai dan berlangsung secara rutin, maka semakin terbuka pula peluang bagi pelaku usaha kecil di sekitar kawasan tersebut.

Pengalaman Ramadhan Expo 2026 menjadi salah satu gambaran bagaimana Stadion Turatea dapat menjadi magnet bagi kegiatan masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.

Karena itu, revitalisasi fasilitas publik pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik.
Ia dapat menjadi investasi sosial dan ekonomi ketika ruang tersebut benar-benar digunakan masyarakat.

Melalui GOL 1000 LANGKAH, Dispora Jeneponto ingin menjadikan aktivitas olahraga masyarakat sebagai gerakan yang berkelanjutan.
Program ini dirancang murah, inklusif dan mudah diikuti oleh berbagai kelompok usia.

Ke depan, pengembangannya juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk pencatatan langkah, penguatan kerja sama dengan fasilitas kesehatan, pelembagaan gerakan melalui kebijakan daerah, serta perluasan ke lingkungan pendidikan, pemerintahan dan sektor swasta.

Dengan demikian, GOL 1000 LANGKAH tidak berhenti sebagai aktivitas jalan kaki di stadion.
Ia diharapkan berkembang menjadi gerakan hidup sehat masyarakat Jeneponto.

Hari ini, Stadion Turatea perlahan memiliki wajah baru dalam kehidupan masyarakat.
Ia bukan lagi sekadar bangunan olahraga.
Ia menjadi tempat masyarakat datang pagi hari untuk mencari kebugaran, sore hari untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, dan malam hari untuk menikmati berbagai aktivitas yang diselenggarakan di ruang publik.

Di sinilah GOL 1000 LANGKAH menemukan maknanya.
Stadion yang direvitalisasi membutuhkan aktivitas yang menghidupkannya. Dan aktivitas masyarakat membutuhkan ruang publik yang nyaman untuk tumbuh.

Keduanya bertemu di Stadion Turatea.
Pemerintah membangun dan merevitalisasi ruangnya. Masyarakat kemudian mengisinya dengan aktivitas, interaksi dan energi positif.

Jika konsisten dikembangkan, Stadion Turatea bukan hanya akan menjadi ikon olahraga Kabupaten Jeneponto, tetapi juga dapat menjadi simbol baru gaya hidup sehat masyarakat Turatea.

Sebuah simbol bahwa Jeneponto ingin bergerak.
Bergerak menuju masyarakat yang lebih sehat.
Bergerak menuju ruang publik yang lebih hidup.
Bergerak menuju ekonomi masyarakat yang lebih tumbuh.

Dan, yang paling sederhana, bergerak melalui seribu langkah setiap hari.
GOL 1000 LANGKAH Seribu langkah untuk kesehatan, kebersamaan dan kebahagiaan masyarakat Jeneponto. (*)

Berita Terkait

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea
DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang
Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas
Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat
Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite
Semarakkan HUT ke-49, BKPRMI Jeneponto Gelar Donor Darah di Lokasi Car Free Day
TDA Jeneponto Siapkan Ekosistem Pengusaha Bertumbuh Melalui Kickoff Kepengurusan 9.0
Disdikbud Jeneponto Gelar Rakor Lintas Sektor Matangkan Raperbup Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:01 WIB

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea

Selasa, 15 September 2026 - 09:14 WIB

DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang

Selasa, 15 September 2026 - 09:07 WIB

Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas

Selasa, 15 September 2026 - 07:45 WIB

Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat

Senin, 14 September 2026 - 11:54 WIB

Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite

Berita Terbaru