Turateanews.com — Semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dirayakan dengan penuh keceriaan oleh siswa-siswi SD Islam Nurul Hidayah Sapanang melalui berbagai perlombaan yang tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi anak untuk mengenal arti perjuangan, persaingan dan keberanian meraih prestasi.
Kegiatan yang digelar di lingkungan Yayasan Nurul Hidayah Sapanang tersebut diisi dengan beragam perlombaan khas peringatan Hari Kemerdekaan, di antaranya lari bendera, balap karung, memasukkan benang ke dalam jarum, futsal, perebutan kursi serta sejumlah permainan lainnya.
Antusiasme para siswa terlihat sejak perlombaan dimulai. Mereka berlomba dengan penuh semangat, saling beradu kemampuan dan berusaha memberikan hasil terbaik. Di balik suasana riang tersebut, terselip pesan pendidikan yang ingin ditanamkan kepada anak-anak melalui momentum kemerdekaan.
Kepala SD Islam Nurul Hidayah Sapanang, Rahmat Jaya, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan.
“Selamat kepada anak-anakku sekalian yang berhasil menjadi juara pada kegiatan lomba Hari Kemerdekaan RI ke-81 di Yayasan Nurul Hidayah Sapanang. Semoga kegiatan ini dapat menjadikan anak-anak semakin semangat belajar dan rajin masuk sekolah,” ujar Rahmat Jaya.
Menurutnya, pengalaman mengikuti perlombaan dapat menjadi pembelajaran sederhana bagi anak bahwa sebuah prestasi tidak datang begitu saja. Untuk menjadi juara, seseorang harus berani mengambil kesempatan untuk berlomba dan memiliki semangat untuk berjuang menghadapi peserta lainnya.
“Momentum kemerdekaan ini mengajarkan anak-anak bahwa kalau ingin menjadi juara, pertama harus ikut berlomba. Kedua, giat bertarung karena banyak peserta atau saingan,” katanya.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan perjuangan anak-anak dalam meraih prestasi akademik di sekolah.
Menurut Rahmat, prinsip yang sama dapat diterapkan dalam upaya menjadi juara di kelas. Langkah pertama adalah rajin datang ke sekolah. Setelah itu, siswa harus tekun belajar, baik ketika berada di sekolah maupun saat berada di rumah.
“Ini juga bisa digunakan untuk menjadi juara di kelas. Pertama tentu harus rajin datang ke sekolah. Kedua, giat belajar di sekolah maupun di rumah karena banyak saingan untuk menjadi juara,” jelasnya.
Ia menilai, kegiatan perlombaan seperti ini memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter anak. Selain melatih keberanian dan kepercayaan diri, anak belajar menerima kemenangan dengan rendah hati dan menghadapi kekalahan sebagai bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.
Bagi sekolah, pendidikan karakter tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas. Berbagai kegiatan bersama, termasuk perayaan Hari Kemerdekaan, dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai disiplin, sportivitas, kerja sama dan semangat pantang menyerah.
Karena itu, Rahmat juga mengajak para orang tua untuk mengambil peran dalam menjaga semangat anak setelah kegiatan perlombaan berakhir.
“Semoga kita sebagai orang tua mampu menyemangati dan mendukung anak-anak kita untuk terus berkembang dan maju, dengan rajin datang ke sekolah dan giat belajar di rumah,” pesannya.
Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Yayasan Nurul Hidayah Sapanang akhirnya tidak berhenti pada siapa yang membawa pulang gelar juara. Lebih dari itu, setiap perlombaan menjadi pengalaman bagi anak-anak untuk belajar bahwa keberhasilan membutuhkan keberanian untuk mencoba, kesungguhan untuk berjuang dan kedisiplinan untuk terus berlatih.
Dari lintasan lari bendera, karung yang melompat, jarum dan benang, hingga lapangan futsal, anak-anak belajar satu hal sederhana: “tidak ada juara tanpa keberanian untuk berlomba dan tidak ada prestasi tanpa kemauan untuk terus belajar.”
Semangat itulah yang diharapkan terus terbawa dari arena perlombaan menuju ruang kelas, menjadi energi bagi siswa SD Islam Nurul Hidayah Sapanang untuk semakin rajin bersekolah, tekun belajar dan berani mengejar prestasi. (*)










