Andi Patappoi : BPBD Jeneponto Pastikan Penyaluran Air Bersih Terus Berlanjut Selama Masyarakat Membutuhkan 

Rabu, 9 September 2026 - 09:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

Penyaluran air bersih yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir merupakan bagian dari kebijakan dan arahan langsung Bupati Jeneponto, Paris Yasir, dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jeneponto, Andi Patappoi, S.Sos, yang akrab disapa Karaeng Nyau, mengatakan bahwa fenomena kekeringan tahun ini mulai dirasakan sejak April 2026. Pada tahap awal, kebutuhan air masih banyak diarahkan untuk mendukung sektor pertanian, terutama membantu pasokan air bagi lahan persawahan yang mulai mengalami kekurangan debit air.

“Awalnya, sejak bulan April, kondisi kekeringan mulai dirasakan masyarakat. Saat itu masih banyak kebutuhan air yang diarahkan untuk membantu sektor pertanian dan persawahan. Namun memasuki bulan Juli, permintaan air bersih dari masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga meningkat cukup signifikan sehingga kami memfokuskan penanganan pada pemenuhan kebutuhan air bersih warga,” ujar Andi Patappoi.

Menurutnya, langkah yang dilakukan BPBD bukan semata-mata respons terhadap kondisi darurat, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, BPBD akan terus melaksanakan distribusi air bersih selama kondisi kekeringan masih berlangsung dan masyarakat masih membutuhkan bantuan.

“Kami menjalankan arahan dan instruksi Bupati Jeneponto agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital sehingga pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan berkepanjangan akibat musim kemarau,” katanya.

Andi menegaskan bahwa penanganan dampak kekeringan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, TNI, Polri, PMI, hingga dunia usaha dan perusahaan-perusahaan BUMN yang memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi semua pihak. TNI dan Polri selama ini telah banyak membantu dalam proses distribusi air bersih. Ke depan kami juga berharap perusahaan-perusahaan, termasuk BUMN dan pelaku usaha lainnya, dapat ikut berpartisipasi membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujarnya.

Karaeng Nyau menilai bahwa keterlibatan berbagai pihak akan semakin memperkuat upaya pemerintah dalam menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih, terutama jika musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Ia juga mengingatkan bahwa krisis air bersih bukan hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan, sanitasi lingkungan, dan kualitas hidup warga apabila tidak ditangani secara cepat dan berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih. Jangan sampai kekurangan air berdampak pada kesehatan warga atau mengganggu kenyamanan hidup mereka. Karena itu, kami akan terus melakukan pemantauan dan penyaluran berdasarkan kondisi serta kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial seluruh elemen masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi dampak musim kemarau. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, kebutuhan air bersih warga diharapkan tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir.

“Penyaluran air bersih akan terus kami lakukan selama masyarakat masih membutuhkan dan kondisi kemarau masih berlangsung. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat,” tutup Andi Patappoi, S.Sos atau yang lebih dikenal dengan sapaan Karaeng Nyau.

Berita Terkait

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea
DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang
Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas
Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat
Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite
Semarakkan HUT ke-49, BKPRMI Jeneponto Gelar Donor Darah di Lokasi Car Free Day
TDA Jeneponto Siapkan Ekosistem Pengusaha Bertumbuh Melalui Kickoff Kepengurusan 9.0
Disdikbud Jeneponto Gelar Rakor Lintas Sektor Matangkan Raperbup Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:01 WIB

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea

Selasa, 15 September 2026 - 09:14 WIB

DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang

Selasa, 15 September 2026 - 09:07 WIB

Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas

Selasa, 15 September 2026 - 07:45 WIB

Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat

Senin, 14 September 2026 - 11:54 WIB

Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite

Berita Terbaru