Turateanews.com – Jeneponto, 9 September 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto terus melakukan pemantauan dan penanganan dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Hingga pembaruan data per 8 September 2026, BPBD telah menyalurkan 155.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jeneponto, Andi Patappoi, S.Sos, mengatakan bahwa kondisi kemarau yang berlangsung cukup lama telah menyebabkan penurunan debit air pada berbagai sumber air masyarakat, bahkan di beberapa lokasi telah mengalami kekeringan.
“BPBD terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan serta permintaan resmi dari pemerintah desa dan kelurahan, kami melaksanakan penyaluran air bersih secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD, penyaluran air bersih telah dilakukan sebanyak 31 kali dengan menjangkau 2.381 kepala keluarga (KK)** atau sekitar **6.608 jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak, yakni Tamalatea, Kelara, Bontoramba, Batang, Tarowang, Bangkala, dan Turatea.
Kecamatan Tamalatea menjadi wilayah dengan volume distribusi terbesar, yakni mencapai 70.000 liter melalui 14 kali penyaluran. Selanjutnya Kecamatan Kelara menerima 25.000 liter, Bontoramba 15.000 liter, Batang 15.000 liter, Tarowang 15.000 liter, Bangkala 10.000 liter, dan Turatea 5.000 liter.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jeneponto menjalin koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, di antaranya TNI, POLRI, PMI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, serta unsur terkait lainnya guna memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Andi Patappoi menegaskan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat masih cukup tinggi sehingga BPBD akan terus melakukan pemantauan dan penyaluran berdasarkan skala prioritas serta perkembangan kondisi di lapangan.
“Kami memahami kebutuhan masyarakat terhadap air bersih sangat penting. Oleh karena itu, penyaluran akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil pendataan dan kondisi wilayah terdampak,” katanya.
BPBD Kabupaten Jeneponto juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan efisien selama musim kemarau berlangsung. Selain itu, masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar dapat dilakukan pendataan dan penanganan sesuai prosedur.
Sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, BPBD membuka kanal pelaporan kebutuhan air bersih melalui layanan WhatsApp 082248043572 sehingga informasi dari masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terukur.
Dengan kolaborasi seluruh pihak dan partisipasi masyarakat, diharapkan dampak kekeringan yang terjadi di Kabupaten Jeneponto dapat diminimalkan serta kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi. (*)










