Dari Sampah Plastik Jadi Paving Bernilai Ekonomi, Inovasi PASTI BAHAGIA Tampil di MRP Fun Run 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com — Sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan mulai diubah menjadi produk bernilai ekonomi melalui inovasi PASTI BAHAGIA yang dikembangkan Tim Pengelola TPS3R Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Inovasi tersebut turut diperkenalkan melalui pameran produk dalam rangkaian MRP Fun Run 2026 di Taman Turatea, Jeneponto, Ahad, 30 Agustus 2026.

Produk yang diperkenalkan berupa paving berbahan dasar sampah plastik yang diproduksi melalui proses pengolahan secara bertahap. Mulai dari pencacahan sampah plastik, pemasakan, pencetakan, perendaman hingga pengecatan dilakukan secara berurutan untuk menjaga kualitas produk.

Pameran tersebut menjadi kesempatan bagi Tim Pengelola TPS3R Kelurahan Empoang Selatan untuk memperkenalkan hasil implementasi inovasi PASTI BAHAGIA kepada masyarakat sekaligus menguji respons pasar terhadap produk yang dikembangkan.

Selama pelaksanaan ekspos hingga hari pelaksanaan MRP Fun Run 2026, stand produk paving plastik tersebut mendapat perhatian dari para pengunjung. Sejumlah pengunjung, termasuk yang berasal dari luar daerah, menunjukkan ketertarikan untuk mengetahui lebih jauh mengenai proses produksi dan potensi pemanfaatan paving berbahan sampah plastik.

Bagi Tim Pengelola TPS3R Kelurahan Empoang Selatan, antusiasme pengunjung menjadi dorongan tersendiri untuk terus menyempurnakan produk. Selain menawarkan nilai ekonomi, paving plastik tersebut juga diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Lurah Empoang Selatan, Karmila Taruni yang sekaligus menjadi penanggung jawab kegiatan mengatakan, keikutsertaan dalam ekspos produk pada rangkaian MRP Fun Run menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah secara terpadu.

Menurutnya, proses pengelolaan harus dimulai dari pemilahan sehingga sampah plastik tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang produktif dan memiliki nilai ekonomi.

“Ini menjadi bagian dari edukasi bagaimana sampah dikelola secara terpadu, mulai dari pemilahan sampai pengolahan. Sampah plastik yang sebelumnya bertumpuk dan berakhir di tempat pembuangan dapat kita manfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Karmila.

Ia menjelaskan, saat ini TPS3R Kelurahan Empoang Selatan masih berada dalam tahap pembenahan. Peralatan produksi juga masih terus disempurnakan agar kapasitas dan kualitas produk dapat ditingkatkan.

Meski demikian, proses produksi sudah mulai berjalan. Dalam satu kali kegiatan produksi, tim telah mampu menghasilkan lebih dari 100 keping paving plastik.

“Alhamdulillah, hari ini produksi kami sudah di atas 100 keping. Supply bahan baku berupa sampah plastik juga tetap berjalan seiring dengan proses produksi,” jelasnya.

Pengembangan inovasi PASTI BAHAGIA tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto dan PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Punagaya melalui dukungan program CSR.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu pengembangan sarana dan kapasitas TPS3R Kelurahan Empoang Selatan, sehingga gagasan pengolahan sampah plastik tidak berhenti sebagai konsep, tetapi mulai diwujudkan dalam bentuk produk.

Dukungan juga datang dari Bupati Jeneponto Paris Yasir bersama Sekretaris Daerah Jeneponto Aspa Muji yang memberikan perhatian terhadap pengembangan inovasi tersebut.

Dalam kesempatan melihat langsung ekspos produk, dukungan dan apresiasi pemerintah daerah dinilai menjadi motivasi bagi pengelola untuk terus melakukan pembenahan hingga inovasi PASTI BAHAGIA dapat berkembang menjadi model pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Bagi pengelola TPS3R, kehadiran produk dalam MRP Fun Run 2026 bukan semata-mata untuk mengikuti pameran. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa sampah, khususnya plastik, dapat dikelola menjadi sesuatu yang produktif.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat pengelolaan sampah dari hulu. Sampah dipilah sejak awal, kemudian material yang masih memiliki nilai guna diolah kembali sehingga volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

Saat ini, pengelola masih fokus pada pembenahan fasilitas, penyempurnaan alat produksi, kesinambungan pasokan bahan baku serta peningkatan kualitas paving. Tahapan tersebut dilakukan sebelum produk diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Setelah seluruh proses pembenahan rampung, Tim Pengelola TPS3R Kelurahan Empoang Selatan berencana melakukan launching produk sekaligus memperkenalkan secara resmi inovasi PASTI BAHAGIA.

“Insyaallah, setelah semua kegiatan pembenahan rampung, kami akan launching produk sekaligus memperkenalkan secara resmi inovasi PASTI BAHAGIA,” ungkapnya.

Kehadiran paving plastik dalam rangkaian MRP Fun Run 2026 pun memberikan pesan bahwa sebuah event olahraga dapat menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan, termasuk inovasi lingkungan dan ekonomi kreatif masyarakat.(*)

Berita Terkait

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea
DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang
Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas
Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat
Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite
Semarakkan HUT ke-49, BKPRMI Jeneponto Gelar Donor Darah di Lokasi Car Free Day
TDA Jeneponto Siapkan Ekosistem Pengusaha Bertumbuh Melalui Kickoff Kepengurusan 9.0
Disdikbud Jeneponto Gelar Rakor Lintas Sektor Matangkan Raperbup Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:01 WIB

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea

Selasa, 15 September 2026 - 09:14 WIB

DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang

Selasa, 15 September 2026 - 09:07 WIB

Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas

Selasa, 15 September 2026 - 07:45 WIB

Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat

Senin, 14 September 2026 - 11:54 WIB

Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite

Berita Terbaru