Dialog Kebangsaan di Silanu, Supardi A Mallarangeng Dorong Pemuda Muhammadiyah Jadi Pionir Pembangunan Desa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com — Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jeneponto, Supardi As Mallarangang, S.E., M.M., mendorong Pemuda Muhammadiyah Cabang Silanu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan, khususnya di lima desa yang menjadi wilayah kerja cabang tersebut. Pesan itu disampaikan dalam rangkaian pelantikan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Silanu periode 2024–2028 di MA Muhammadiyah Tombolo-Tombolo, Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Dalam dialog kebangsaan bertema “Menata Bangsa, Memajukan Peradaban”, Supardi menegaskan bahwa peran pemuda tidak semestinya berhenti pada ruang-ruang organisasi. Pemuda, menurutnya, memiliki ruang yang sangat terbuka untuk hadir, berkontribusi, dan ikut mewarnai perjalanan bangsa.

Ia menilai gagasan tentang pembangunan dan kemajuan bangsa tidak hanya relevan dibicarakan pada tingkat desa, kecamatan, atau kabupaten. Persoalan tersebut memiliki dimensi yang lebih luas, bahkan menjadi bagian dari tantangan global yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.

Karena itu, Pemuda Muhammadiyah yang terhimpun di Cabang Silanu diharapkan mampu menjadi pionir pembangunan di desa. Kehadiran pemuda harus diwujudkan melalui gagasan, partisipasi, sekaligus keberanian untuk ikut merumuskan arah pembangunan bersama pemerintah dan masyarakat.

Supardi secara khusus mendorong kader Pemuda Muhammadiyah untuk aktif mengawal proses perencanaan pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Menurutnya, ruang tersebut penting untuk memastikan kebutuhan dan gagasan generasi muda dapat masuk dalam agenda pembangunan daerah.

Lima desa yang berada dalam wilayah PCPM Silanu, kata Supardi, merupakan ruang strategis bagi kader untuk membangun gerakan yang dekat dengan masyarakat. Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi perlu hadir sejak proses perencanaan hingga mengawal pelaksanaannya.

Dalam konteks pembangunan daerah, ia juga mengajak pemuda memahami arah kebijakan pemerintah melalui program “Jeneponto Bahagia”. Menurutnya, generasi muda perlu mampu mengintegrasikan gagasan kepemudaan dengan agenda pembangunan daerah sehingga kontribusi yang diberikan memiliki arah dan dampak yang jelas.

Supardi juga menyinggung pentingnya memahami Asta Cita pemerintah pusat, khususnya agenda ketahanan pangan. Besarnya dukungan anggaran pada sektor tersebut, menurutnya, membuka ruang bagi pemuda untuk terlibat melalui berbagai inovasi dan kegiatan produktif di tingkat desa.

Baginya, pemuda memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara gagasan pembangunan, kebutuhan masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Karena itu, kapasitas kader perlu terus diperkuat agar mampu membaca peluang sekaligus menawarkan solusi.

Di penghujung pesannya, Supardi menitipkan satu pesan penting kepada kader Pemuda Muhammadiyah. Pemuda, katanya, harus dipersiapkan sebagai kader penerus, bukan sekadar menunggu datangnya kesempatan untuk menjadi kepala desa atau mengejar posisi tertentu.

“Pemuda harus menjadi kader penerus, bukan hanya Kades tunggu terus, apalagi kader terus-menerus,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari proses belajar, keterlibatan sosial, keberanian mengambil tanggung jawab, serta kesediaan hadir di tengah masyarakat.

Dari Silanu, dialog kebangsaan itu akhirnya menemukan maknanya: menata bangsa tidak selalu harus dimulai dari ruang kekuasaan yang besar. Ia dapat dimulai dari desa, dari gagasan sederhana, dan dari pemuda yang bersedia hadir serta bekerja untuk kemajuan masyarakat.

Berita Terkait

Hari Listrik Nasional ke-81 di Tengah Pemadaman Bergilir: Di Mana Kedaulatan Energi Kita?
Literasi Jumat Pagi di SDIT Ulul Albab, Siswa Diajak Membaca sebagai Kegembiraan
Bunda PAUD Jeneponto Buka Bimtek Strategi Perluasan Akses dan Mutu Wajib Belajar Prasekolah
Penyuluh Agama KUA Kelara dan Pembina BKMT Hadiri Majelis Taklim Permata Nurul Jannah di Samataring
Dialog Kepemudaan Bangkala, Pemuda Berdaya untuk Masa Depan Daerah
Gelar Wicara Literasi Telusuri Jejak Lanto Daeng Pasewang, Pejuang Kemerdekaan dan Gubernur Sulawesi
Karya Kreatif SLB Negeri 2 Jeneponto Warnai Festival Literasi Dinas Perpustakaan Jeneponto 2026
Nantikan Jeneponto Craft & Fashion Festival 2026, Momentum Promosikan Kain Tope dan Produk Unggulan Daerah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81 di Tengah Pemadaman Bergilir: Di Mana Kedaulatan Energi Kita?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Literasi Jumat Pagi di SDIT Ulul Albab, Siswa Diajak Membaca sebagai Kegembiraan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bunda PAUD Jeneponto Buka Bimtek Strategi Perluasan Akses dan Mutu Wajib Belajar Prasekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Penyuluh Agama KUA Kelara dan Pembina BKMT Hadiri Majelis Taklim Permata Nurul Jannah di Samataring

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Gelar Wicara Literasi Telusuri Jejak Lanto Daeng Pasewang, Pejuang Kemerdekaan dan Gubernur Sulawesi

Berita Terbaru

KEPITING78

KEPITING78

PAUS39

PAUS39

RATU311

HOKI311

HOKI311

HOKI311

Situs Live Casino

mix parlay

sabung ayam online

CERI188

KUPU178

KUPU178

KUPU178

RATU311

RATU311

RATU311

RATU311

RATU311

game online rambutan188

situs rambutan188

link rambutan188

rambutan188

rambutan188

rambutan188

KUPU178

KUPU178

KUPU178

KUPU178

link HOKI311

Situs THOR311

Situs THOR311

link daftar KUPU178