Turateanews.com — Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus memperkuat komitmennya dalam mentransformasi kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Lewat hadirnya Klinik Inovasi Daerah (KIND), Bappeda sukses menciptakan ruang interaktif, wadah sharing knowledge, serta pusat pendampingan intelektual yang memicu lahirnya berbagai gagasan inovatif di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi se-Kabupaten Jeneponto.
KIND hadir sebagai ekosistem pendukung yang menyediakan beragam layanan strategis, mulai dari konsultasi, pelatihan, workshop, kunjungan lapangan, hingga pendampingan intensif penyusunan proposal.
Intervensi ini mencakup tiga ranah utama: inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik (baik digital maupun non-digital), hingga inovasi berbasis produk daerah.
Kehadiran KIND terbukti menjadi akselerator nyata bagi Perangkat Daerah dalam merancang serta mengikutsertakan karya inovasinya pada berbagai ajang bergengsi, seperti Innovation Government Award (IGA) tingkat nasional maupun kompetisi tingkat daerah.
Apresiasi dari Berbagai Sektor
Manfaat nyata layanan ini dirasakan langsung oleh pimpinan Perangkat Daerah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto mengungkapkan bahwa keberadaan KIND memberikan motivasi tinggi serta kemudahan teknis dalam mematangkan setiap program inovasi kesehatan.
Apresiasi serupa datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta sejumlah instansi lain yang merasakan dampak langsung pendampingan KIND terhadap peningkatan kinerja pelayanan mereka.
Merespons dinamika positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Jeneponto memberikan legalitas dan dukungan penuh melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Tim Pendamping Inovasi Daerah. Dikhususkan untuk mengawal keberlanjutan program, tim ini digawangi oleh Bappeda dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk akademisi, profesional eksternal, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Dr. Rahman Ramlan, salah satu anggota Tim Pendamping Inovasi Daerah, menyoroti adanya pergeseran cara pandang (mindset) aparatur yang signifikan.
Menurutnya, antusiasme dan budaya berinovasi di Jeneponto kini bangkit pesat. Muaranya terlihat jelas dari capaian membanggakan Kabupaten Jeneponto yang berhasil meraih predikat sebagai daerah dengan peningkatan Indeks Inovasi Daerah tertinggi di Indonesia.
Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto, Alfian Affandy San, menegaskan bahwa Bappeda tidak akan berhenti pada pencapaian yang ada. Pihaknya berkomitmen untuk terus membenahi kualitas layanan serta fasilitas KIND agar dampaknya makin terasa langsung oleh masyarakat.
“Sebagai langkah konkret berikutnya, Bappeda Jeneponto bersiap menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Daerah (KIND) 2026. Ajang ini dirancang untuk memicu persaingan positif antar-Perangkat Daerah dalam melahirkan gagasan terobosan yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan kepuasan publik.”










