Merdeka dari Sampah: Menagih Esensi Kemerdekaan di Usia ke-81 Republik

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com – Apa arti menjadi merdeka di hari ini? Pertanyaan yang saban tahun bergema menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di tahun 2026 ini kembali menagih jawaban mendalam.

Merdeka jelas bukan lagi sekadar lepas dari cengkeraman penjajah berlaras panjang. Kemerdekaan hari ini adalah tentang bagaimana kita memperlakukan tanah tempat kita berpijak, tempat di mana udara dihirup dan air dialirkan.

Dari hiruk pikuk petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto, Abdul Rahmat, SE., MM., melemparkan sebuah perenungan jujur. Di bawah kepemimpinan Bupati Jeneponto, Paris Yaser, gerakan kebersihan lewat program Jumat Bersih dan Jaga Rasa terus digalakkan.

Namun, Rahmat menegaskan bahwa infrastruktur fisik dan instruksi pemerintah tidak akan pernah cukup tanpa adanya pergeseran cara pandang dari masyarakat itu sendiri.

Bagi Rahmat, pilar kemerdekaan yang sesungguhnya tercermin dari hal paling mendasar, perilaku kita terhadap sampah.

Seseorang baru bisa dikatakan merdeka jika ia tak lagi melemparkan masalahnya ke ruang publik. Membuang sampah pada tempatnya, bukan di bahu jalan, bukan di aliran sungai, dan bukan di sudut-sudut kota yang dilarang.
Adalah batas terendah dari kesadaran seorang warga negara. Sebab, ajakan membuang sampah pada tempatnya pada hakikatnya adalah selemah-lemahnya iman dalam menjaga lingkungan.

Langkah yang jauh lebih berani dan beradab adalah memilah. Kemerdekaan sejati dimulai dari dapur rumah tangga kita sendiri, saat kita memisahkan plastik, memilah sisa organik, dan membatasi residu yang benar-benar tak lagi bisa dimanfaatkan.

Mengotori rumah orang lain atau ruang publik demi membersihkan rumah sendiri bukanlah wujud kemerdekaan, melainkan bentuk egoisme yang terselubung.

Kini, seruan dari Jeneponto menemukan gaungnya dalam skala nasional. Negara telah memancangkan ultimatum bahwa pada rentang tahun 2029 hingga 2030, Indonesia harus benar-benar berbenah. Sistem pembuangan terbuka (open dumping) di TPA tidak lagi ditoleransi.

Pengelolaan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) wajib menjadi napas baru, terutama ketika menjamurnya berbagai skala usaha rumahan hingga industri yang memproduksi sisa
olahan saban hari.

Sampah bukan lagi beban yang harus dibuang sesegera mungkin, melainkan peluang emas yang bisa didaur ulang dan mendatangkan nilai ekonomis jika dikelola secara bijak.

Menjelang HUT RI ke-81, mari bertanya pada diri sendiri : sudahkah kita benar-benar merdeka? Sebab, semakin sedikit sampah yang menumpuk di TPA, semakin merdeka pulalah negeri ini. Merdeka di rumah, merdeka untuk semua, seseederhana memilah sampah hari ini demi kenyamanan bersama di masa depan. (*)

Berita Terkait

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea
DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang
Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas
Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat
Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite
Semarakkan HUT ke-49, BKPRMI Jeneponto Gelar Donor Darah di Lokasi Car Free Day
TDA Jeneponto Siapkan Ekosistem Pengusaha Bertumbuh Melalui Kickoff Kepengurusan 9.0
Disdikbud Jeneponto Gelar Rakor Lintas Sektor Matangkan Raperbup Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:01 WIB

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea

Selasa, 15 September 2026 - 09:14 WIB

DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang

Selasa, 15 September 2026 - 09:07 WIB

Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas

Selasa, 15 September 2026 - 07:45 WIB

Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat

Senin, 14 September 2026 - 11:54 WIB

Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite

Berita Terbaru