Turateanews.com – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Ketahanan Pangan terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan pangan daerah.
Pada Kamis, 30 Juli 2026, dilaksanakan rangkaian kegiatan Penyerahan Alat Penyimpanan Gabah Keluarga sekaligus Sosialisasi Inovasi GASSING PANGAN (Gerakan Akselerasi Simpan Stok dan Integrasi Gudang Pangan).
Kegiatan ini dipusatkan di dua lokasi strategis, yakni Kelompok Tani Relief di Dusun Kawaka, Desa Punagayya, Kecamatan Bangkala (diikuti 40 peserta) serta Gapoktan Barana Jaya di Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat (diikuti 20 peserta).
Hadir langsung dalam giat tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jeneponto, Rachmat Sasmito, bersama perwakilan manajemen PLN Nusantara Power UP Punagayya, M. Firmansyah. Sinergi ini juga mempertemukan unsur Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, ormas pertanian, serta para tokoh kelompok tani setempat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jeneponto, Rachmat Sasmito, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak bisa dibangun secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha melalui program kemitraan, serta masyarakat tani sebagai garda terdepan.
Inovasi GASSING PANGAN hadir sebagai langkah strategis untuk mewujudkan sistem pengelolaan cadangan pangan yang modern, terintegrasi, dan responsif terhadap dinamika daerah. Melalui inovasi ini, pemerintah daerah berupaya mempercepat terbentuknya cadangan pangan masyarakat berbasis desa sekaligus meningkatkan ketersediaan stok pangan daerah.
“Melalui Gerakan Akselerasi Simpan Stok dan Integrasi Gudang Pangan (GASSING), kita ingin memastikan bahwa setiap desa memiliki benteng pertahanan pangannya sendiri. Bantuan alat penyimpanan gabah keluarga ini merupakan stimulus agar rumah tangga tani mampu mengelola dan menyimpan hasil panennya secara aman dan efisien,” ujar Rachmat Sasmito.
Selain menyerahkan bantuan fisik berupa sarana penyimpanan gabah, kegiatan sosialisasi ini membeberkan tiga pilar manfaat utama dari keberlanjutan program GASSING PANGAN:
1.Bagi Pemerintah Daerah: Memudahkan pengendalian dan pemantauan stok pangan secara real-time, mempercepat intervensi darurat saat terjadi ketidakstabilan pasokan atau bencana, serta menjadi basis data yang presisi dalam perumusan kebijakan pangan daerah.
2.Bagi Masyarakat: Meningkatkan keterjaminan akses pangan saat krisis, menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen, dan menguatkan fungsi lumbung pangan desa sebagai jaring pengaman sosial.
3.Bagi Petani: Mendorong optimalisasi penyerapan hasil panen lokal, mencegah anjloknya harga gabah saat panen raya, dan menjaga nilai jual komoditas sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga.
Dukungan dari PLN Nusantara Power UP Punagayya yang diwakili M. Firmansyah juga menjadi bukti nyata bagaimana dunia usaha turut mengambil peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan lokal melalui sinergi Corporate Social Responsibility (CSR) dan pemberdayaan masyarakat. (*)










