Turateanews.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di Kabupaten Jeneponto berlangsung dengan suasana berbeda dan penuh keakraban dan rekreatif.
Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru daerah di 11 kecamatan memadati Lapangan Stadion Mini Turatea, Kamis (3/9/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.
Berbeda dari pelaksanaan Maulid pada umumnya yang digelar di dalam gedung atau masjid, kegiatan kali ini dilaksanakan di ruang terbuka. Lapangan Stadion Mini Turatea disulap menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk beribadah sekaligus menikmati momentum kebersamaan bersama keluarga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Magrib secara berjamaah. Setelah itu, masyarakat mengikuti zikir akbar sebelum kemudian melaksanakan salat Isya secara berjamaah.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah yang disampaikan dai nasional, Dr. Das’ad Latif. Kehadiran dai yang dikenal luas dengan gaya ceramah yang komunikatif tersebut semakin menambah antusiasme masyarakat yang sejak sore telah memadati kawasan Stadion Mini Turatea.
Yang menarik, pelaksanaan Maulid kali ini tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga memperlihatkan wajah kebersamaan masyarakat Jeneponto.
Banyak warga datang bersama keluarga, membawa anak, saudara, hingga berbagai bekal makanan dan camilan untuk dinikmati bersama selama mengikuti kegiatan.
Salah seorang pengunjung bahkan menggambarkan suasana Maulid tersebut layaknya rekreasi keluarga.
Menurutnya, pelaksanaan Maulid di ruang terbuka membuat suasana kekeluargaan terasa sangat kuat. Masyarakat tidak hanya datang untuk mengikuti rangkaian ibadah, tetapi juga menikmati kebersamaan dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Pemandangan tersebut terlihat dari banyaknya keluarga yang membawa tikar dan perlengkapan sederhana untuk duduk bersama. Anak-anak pun tampak ikut menikmati suasana kegiatan yang berlangsung hingga malam hari.
Antusiasme ribuan warga tersebut juga menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Sejumlah pedagang terlihat menjajakan berbagai minuman dan makanan, mulai dari kopi, jus jeruk hingga penganan lainnya.
Bahkan, tikar yang menjadi alas bagi masyarakat untuk duduk di lapangan turut dijajakan oleh pedagang. Aktivitas ekonomi tersebut memperlihatkan bahwa sebuah kegiatan keagamaan berskala besar juga mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Nuansa kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran perangkat daerah yang membawa bakul hias dengan berbagai bentuk. Kreativitas tersebut ditampilkan dalam beragam kreasi, mulai dari bentuk perahu, taman hingga miniatur kendaraan dan berbagai bentuk lainnya.
Bakul-bakul hias itu menjadi bagian dari semangat yang diusung dalam pelaksanaan kegiatan, yakni “Jeneponto Beribadah, Bersih, Indah, Bahagia dan Harmonis.”
Pesan tersebut tidak sekadar menjadi tema kegiatan, tetapi juga tercermin dalam suasana yang terbangun di tengah masyarakat. Ribuan warga dari berbagai latar belakang berkumpul dalam satu ruang, mengikuti ibadah, mendengarkan tausiyah, sekaligus menikmati kebersamaan dalam suasana yang tertib dan penuh kekeluargaan.
Pelaksanaan Maulid di Stadion Mini Turatea ini pun menjadi catatan tersendiri dalam tradisi peringatan Maulid Nabi di Jeneponto. Untuk pertama kalinya, kegiatan berlangsung dalam suasana terbuka dengan konsep yang menyatukan ibadah, silaturahmi, kebersamaan keluarga, kreativitas masyarakat dan geliat ekonomi lokal.
Lebih dari sekadar peringatan hari besar keagamaan, momentum tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat Jeneponto dari berbagai penjuru daerah.
Dari lapangan terbuka Stadion Mini Turatea, ribuan masyarakat bersama-sama melantunkan zikir, mengikuti salat berjamaah dan menyimak pesan-pesan keagamaan. Suasana itu sekaligus menjadi doa bersama agar Kabupaten Jeneponto senantiasa diberikan keberkahan, kehidupan masyarakat yang harmonis, serta daerah yang semakin bersih, ramah, bahagia, indah dan harmonis.










