Di Tengah Kelelahan Antrian dan Kelangkaan, Masyarakat Menunggu Jawaban atas Krisis Energi yang Tak Kunjung Usai

Minggu, 13 September 2026 - 06:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com – Antrian kendaraan di sejumlah SPBU sepanjang jalur Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto hingga beberapa kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan masih mengular sepanjang beberapa kilometer, Ahad (1439/2026).

Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas di berbagai titik karena antrian kendaraan roda dua maupun roda empat meluber hingga ke badan jalan.

Fenomena yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir ini semakin memunculkan keresahan di tengah masyarakat.

Berbagai langkah yang telah ditempuh pemerintah, mulai dari pembelajaran daring bagi pelajar, pengaturan pengisian BBM dengan sistem ganjil genap, hingga pengamanan dan pengaturan lalu lintas oleh aparat terkait, dinilai belum mampu menjawab persoalan utama yang menyebabkan kelangkaan BBM terus terjadi.

Masyarakat menilai kondisi yang dihadapi saat ini bukan lagi situasi yang normal. Berjam-jam bahkan berhari-hari harus mengantri demi mendapatkan bahan bakar telah menguras tenaga, waktu, serta berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Hingga kini, pertanyaan mendasar yang terus muncul dari masyarakat adalah apa sebenarnya penyebab utama kelangkaan BBM tersebut dan sampai kapan kondisi ini akan berlangsung. Di tengah minimnya kepastian yang diterima masyarakat, berbagai spekulasi hberkembang dan justru menambah kebingungan di lapangan.

Di sejumlah daerah, situasi antrian BBM bahkan dilaporkan telah memicu pertikaian antarwarga akibat berebut giliran pengisian. Beberapa kasus kelelahan juga terjadi karena masyarakat harus menunggu dalam waktu yang sangat lama. Tidak sedikit warga yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan hingga pingsan saat mengantri.

Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya praktik penjualan BBM eceran dengan harga yang jauh di atas harga normal. Untuk jenis Pertalite misalnya, harga eceran di sejumlah wilayah disebut telah menembus Rp30 ribu per liter. Situasi ini dinilai semakin memberatkan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Di saat persoalan BBM belum juga teratasi, masyarakat kembali dihadapkan pada kelangkaan LPG 3 kilogram. Ketersediaan gas melon di sejumlah wilayah masih terbatas, sementara harga jual di tingkat pengecer terus mengalami kenaikan hingga mencapai sekitar Rp30 ribu per tabung.

Kelangkaan dua komoditas penting tersebut tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas usaha kecil, sektor pertanian, perikanan, transportasi, hingga kebutuhan rumah tangga. Banyak warga mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dasar yang sebelumnya dapat dijangkau dengan harga normal.

Masyarakat berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta pihak terkait dapat segera memberikan penjelasan yang transparan mengenai akar persoalan yang terjadi sekaligus menghadirkan solusi yang nyata dan terukur. Kepastian menjadi hal yang paling dinantikan masyarakat agar keresahan yang terus berlangsung tidak semakin meluas.

“Sampai kapan kondisi ini akan terjadi?” menjadi pertanyaan yang terus bergema di tengah masyarakat Sulawesi Selatan yang kini mulai merasa lelah menghadapi antrian panjang, kelangkaan BBM, kelangkaan LPG, serta meningkatnya beban ekonomi keluarga akibat situasi yang belum kunjung menemukan titik terang. (*)

Berita Terkait

Bunda PAUD Jeneponto Buka Bimtek Strategi Perluasan Akses dan Mutu Wajib Belajar Prasekolah
Penyuluh Agama KUA Kelara dan Pembina BKMT Hadiri Majelis Taklim Permata Nurul Jannah di Samataring
Dialog Kepemudaan Bangkala, Pemuda Berdaya untuk Masa Depan Daerah
Gelar Wicara Literasi Telusuri Jejak Lanto Daeng Pasewang, Pejuang Kemerdekaan dan Gubernur Sulawesi
Karya Kreatif SLB Negeri 2 Jeneponto Warnai Festival Literasi Dinas Perpustakaan Jeneponto 2026
Nantikan Jeneponto Craft & Fashion Festival 2026, Momentum Promosikan Kain Tope dan Produk Unggulan Daerah
BKPRMI Jeneponto Raih Tiga Penghargaan Nasional pada Milad ke-49
Pengrajin Tope Temui Bupati Jeneponto, Paris Yasir Apresiasi Semangat Belajar Menenun dengan ATBM
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bunda PAUD Jeneponto Buka Bimtek Strategi Perluasan Akses dan Mutu Wajib Belajar Prasekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Penyuluh Agama KUA Kelara dan Pembina BKMT Hadiri Majelis Taklim Permata Nurul Jannah di Samataring

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Gelar Wicara Literasi Telusuri Jejak Lanto Daeng Pasewang, Pejuang Kemerdekaan dan Gubernur Sulawesi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Karya Kreatif SLB Negeri 2 Jeneponto Warnai Festival Literasi Dinas Perpustakaan Jeneponto 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Nantikan Jeneponto Craft & Fashion Festival 2026, Momentum Promosikan Kain Tope dan Produk Unggulan Daerah

Berita Terbaru

KEPITING78

KEPITING78

PAUS39

PAUS39

RATU311

HOKI311

HOKI311

HOKI311

Situs Live Casino

mix parlay

sabung ayam online

CERI188

KUPU178

RATU311

RATU311

RATU311

RATU311

RATU311

game online rambutan188

situs rambutan188

link rambutan188

rambutan188

rambutan188

rambutan188

KUPU178

KUPU178

KUPU178

KUPU178