Gelar Wicara Literasi Telusuri Jejak Lanto Daeng Pasewang, Pejuang Kemerdekaan dan Gubernur Sulawesi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com — Gelar wicara literasi dalam rangka Festival Literasi Kabupaten Jeneponto 2026 mengangkat penelusuran sejarah Lanto Daeng Pasewang, tokoh asal Jeneponto yang memiliki jejak perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dan pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk merawat ingatan sejarah sekaligus mendorong penguatan literasi bagi generasi muda, Rabu, 28 Oktober 2026.

Festival Literasi Jeneponto berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026, dan dibuka langsung oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, pada hari pertama. Gelar wicara pada hari kedua dilaksanakan di Taman HV Worang, yang dinobatkan sebagai Taman Literasi Kabupaten Jeneponto.

Diskusi menghadirkan Bachtiar Adnan Kusuma, tokoh literasi nasional dan perbukuan, serta Nasihin, S.S., M.A., dosen Departemen Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin yang terlibat dalam tim pengusul dan pengkaji gelar Pahlawan Nasional di Sulawesi Selatan, Erwin Syafei mewakili keluarga, Kegiatan dipandu Haerullah Lodji, pegiat literasi sekaligus Direktur Eksekutif PATTIRO JEKA.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan organisasi kepemudaan, sejumlah kepala sekolah tingkat SMA, SMP dan sederajat, pengurus Forum TBM, tokoh masyarakat, pegiat literasi, serta tamu undangan lainnya. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Taufik, bersama para kepala bidang dan jajaran dinas turut menyaksikan diskusi yang berlangsung interaktif dan diikuti banyak siswa dari sejumlah sekolah.

Dalam pemaparannya, Bachtiar Adnan Kusuma menekankan bahwa literasi memiliki hubungan erat dengan perjuangan bangsa. Ia mengajak masyarakat melihat ketokohan Lanto Daeng Pasewang tidak hanya dari jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari nilai perjuangan, pemikiran, dan kontribusinya bagi masyarakat.

Bachtiar menghubungkan kekuatan membaca, menulis, dan membangun gagasan dengan perjalanan tokoh-tokoh pergerakan nasional, termasuk Soekarno yang menuangkan pemikirannya melalui tulisan ketika menghadapi tekanan kolonial.

Dalam perspektif tersebut, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga sarana membangun kesadaran, menyebarkan gagasan kebangsaan, dan menumbuhkan keberanian memperjuangkan kemerdekaan.

Ia mendorong agar jejak Lanto Daeng Pasewang didokumentasikan melalui penelitian, penulisan buku, pengumpulan arsip, dan pengenalan sejarah kepada generasi muda. Dalam diskusi tersebut, perhatian terhadap pendidikan masyarakat dan pemberantasan buta huruf juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai pentingnya mewariskan nilai pengabdian tokoh melalui gerakan literasi.

Jejak perjuangan Lanto Daeng Pasewang turut memperlihatkan keterlibatannya dalam dinamika politik pada masa revolusi. Sejumlah catatan sejarah menyebutkan bahwa ia bersama Dr. G.S.S.J. Ratulangi pernah diasingkan ke Serui oleh pemerintah kolonial. Setelah kembali dari pengasingan, Lanto melanjutkan aktivitas politiknya dan pernah memimpin Partai Kedaulatan Rakyat.

Catatan sejarah mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Sulawesi Selatan juga menyebut peran Lanto Daeng Pasewang dalam upaya penyebaran berita Proklamasi Kemerdekaan ke wilayah selatan Sulawesi.

Jejak tersebut menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan di daerah tidak hanya berlangsung melalui perlawanan fisik, tetapi juga melalui penyebaran informasi, pengorganisasian masyarakat, dan penguatan dukungan terhadap Republik Indonesia.

Perjalanan pengabdiannya berlanjut ke bidang pemerintahan. Lanto Daeng Pasewang tercatat sebagai Gubernur Sulawesi pada periode 1953–1956. Arsip foto Kementerian Penerangan yang dihimpun Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mendokumentasikan pelantikannya oleh Menteri Dalam Negeri Hazairin Harahap pada 16 Januari 1954. Sebelum menjabat gubernur, ia juga pernah menjadi Menteri Dalam Negeri dalam pemerintahan Negara Indonesia Timur serta terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan peralihan.

Riwayat tersebut memperlihatkan perjalanan seorang tokoh yang berkiprah dalam berbagai ruang pengabdian, mulai dari pergerakan sosial, perjuangan kemerdekaan, politik, hingga pemerintahan. Namun, untuk memahami ketokohannya secara utuh, diperlukan penelusuran lebih jauh terhadap kebijakan, keputusan, dan dampak pengabdiannya bagi masyarakat pada masa itu.

Sementara itu, Nasihin menegaskan pentingnya penelitian sejarah yang bertumpu pada arsip dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurut perspektif kajian sejarah yang disampaikannya, penelusuran perjalanan jabatan, kronologi perjuangan, hubungan antartokoh, serta konteks politik dan pemerintahan harus dilakukan secara cermat.

Ketelitian tersebut penting agar penulisan sejarah Lanto Daeng Pasewang tidak hanya bertumpu pada kebanggaan terhadap tokoh daerah atau cerita turun-temurun. Kesaksian keluarga dan masyarakat tetap memiliki nilai, tetapi perlu dipadukan dengan dokumen primer dan sumber akademis untuk menghasilkan rekonstruksi sejarah yang kuat.

Bagi Jeneponto, penguatan dokumentasi sejarah ini merupakan bagian dari upaya mewariskan identitas dan keteladanan kepada generasi penerus. Buku sejarah yang disusun melalui penelitian mendalam dapat menjadi referensi bagi sekolah, perpustakaan, perguruan tinggi, dan komunitas literasi sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang kontribusi putra daerah dalam perjalanan bangsa.

Gelar wicara berlangsung dinamis dengan partisipasi peserta dan perhatian para siswa yang hadir. Melalui kegiatan ini, Festival Literasi Jeneponto tidak hanya menjadi ajang pengembangan budaya baca, tetapi juga ruang pembelajaran sejarah yang mempertemukan pengetahuan akademis, pengalaman masyarakat, dan semangat generasi muda untuk mengenal tokoh daerahnya.

Diskusi tersebut sekaligus memperkuat dorongan agar Pemerintah Kabupaten Jeneponto, keluarga, sejarawan, perguruan tinggi, perpustakaan, dan pegiat literasi berkolaborasi dalam menghimpun arsip serta menyusun dokumentasi sejarah Lanto Daeng Pasewang. Kerja tersebut diharapkan dapat mendukung kajian yang lebih komprehensif dalam ikhtiar pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

Pada akhirnya, mengenang Lanto Daeng Pasewang bukan hanya tentang menempatkan seorang tokoh dalam catatan masa lalu. Lebih dari itu, upaya tersebut merupakan ajakan untuk merawat sejarah dengan kejujuran ilmiah, menghidupkan literasi, dan memastikan bahwa nilai perjuangan para pendahulu tetap menjadi sumber pembelajaran bagi generasi Turatea. (*)

Berita Terkait

Literasi Jumat Pagi di SDIT Ulul Albab, Siswa Diajak Membaca sebagai Kegembiraan
Bunda PAUD Jeneponto Buka Bimtek Strategi Perluasan Akses dan Mutu Wajib Belajar Prasekolah
Penyuluh Agama KUA Kelara dan Pembina BKMT Hadiri Majelis Taklim Permata Nurul Jannah di Samataring
Dialog Kepemudaan Bangkala, Pemuda Berdaya untuk Masa Depan Daerah
Karya Kreatif SLB Negeri 2 Jeneponto Warnai Festival Literasi Dinas Perpustakaan Jeneponto 2026
Nantikan Jeneponto Craft & Fashion Festival 2026, Momentum Promosikan Kain Tope dan Produk Unggulan Daerah
Inovasi Rumput Laut Ratnasari Tarik Perhatian Guru Besar Jepang ke Makassar
Bunda Literasi Salmawati Paris Kukuhkan Bunda Literasi Kecamatan, Perkuat Gerakan Literasi Anak dan Keluarga
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Literasi Jumat Pagi di SDIT Ulul Albab, Siswa Diajak Membaca sebagai Kegembiraan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bunda PAUD Jeneponto Buka Bimtek Strategi Perluasan Akses dan Mutu Wajib Belajar Prasekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Penyuluh Agama KUA Kelara dan Pembina BKMT Hadiri Majelis Taklim Permata Nurul Jannah di Samataring

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Gelar Wicara Literasi Telusuri Jejak Lanto Daeng Pasewang, Pejuang Kemerdekaan dan Gubernur Sulawesi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Karya Kreatif SLB Negeri 2 Jeneponto Warnai Festival Literasi Dinas Perpustakaan Jeneponto 2026

Berita Terbaru

KEPITING78

KEPITING78

PAUS39

PAUS39

RATU311

HOKI311

HOKI311

HOKI311

Situs Live Casino

mix parlay

sabung ayam online

CERI188

KUPU178

RATU311

RATU311

RATU311

RATU311

RATU311

game online rambutan188

situs rambutan188

link rambutan188

rambutan188

rambutan188

rambutan188

KUPU178

KUPU178

KUPU178

KUPU178