Turateanews.com — Semangat melestarikan warisan tenun tope terus tumbuh di Kabupaten Jeneponto.
Setelah mengikuti pelatihan merakit dan menenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) selama delapan hari, 17–24 Oktober 2026, para pengrajin tope dari Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, berkesempatan menemui Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, Ahad, 25 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat para pengrajin dalam mempelajari keterampilan baru untuk melestarikan tenun khas daerah.
Pelatihan yang dilaksanakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jeneponto ini diikuti para pengrajin penerima bantuan ATBM dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan.
Dengan pendampingan pelatih berpengalaman dari Kabupaten Wajo Taufik, para peserta menjalani proses pembelajaran dengan tekun, mulai dari merakit alat hingga mempraktikkan teknik menenun. Hasilnya, pada hari kelima pelatihan, peserta sudah mampu menenun secara mandiri menggunakan ATBM.
Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pelatih yang telah berbagi ilmu serta keterampilan kepada para pengrajin tope di Jeneponto.
Ia berharap keterampilan yang telah diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan berakhir, tetapi terus dipraktikkan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, tenun tope dapat terus lestari sekaligus menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajinnya.
Bupati juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan keikhlasan Taufik selama mendampingi peserta. Ia berharap ilmu yang dibagikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya serta memberikan manfaat bagi pengembangan kerajinan tenun di Kabupaten Jeneponto.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmawati Paris, mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong para pengrajin tope agar semakin terampil, mandiri, dan mampu menghasilkan karya berkualitas.
Dekranasda Jeneponto, lanjutnya, akan terus memberikan perhatian dan dukungan kepada para pengrajin, khususnya penerima bantuan ATBM, agar fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana produktif untuk mengembangkan usaha kerajinan.
Kunjungan ke Rumah Jabatan Bupati menjadi momentum bagi para pengrajin untuk menunjukkan semangat dan hasil pembelajaran mereka sekaligus memperkuat motivasi dalam mengembangkan tenun tope sebagai salah satu kekayaan budaya Jeneponto.
Dari Desa Datara, semangat menenun terus menyala. Melalui keterampilan, pendampingan, dan dukungan pemerintah, tenun tope diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya yang membanggakan, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan daerah yang membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Turatea. (*)
Kontributor : Suryani Hajar









