Turateanews.com — Tiga penulis buku Filsafat Permesinan Kapal Niaga, Kepedulian Lingkungan Laut yang Berkelanjutan kembali bertemu dalam suasana hangat dan penuh semangat intelektual di New Word Cafe, Makassar, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut mempertemukan Dr. Ir. Muh. Ivan, S.Si.T., M.Si., M.Mar.E, Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE, dan Ratnasari, S.Pi., M.Si. Setelah berhasil menyelesaikan dan menerbitkan karya kolaboratif mereka, ketiganya memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi sekaligus mematangkan bahan presentasi yang akan dibawakan pada The 5th International Conference on Maritime Development (ICMaD) 2026.
Karya yang telah memiliki e-ISBN 978-634-7645-49-4 (PDF) itu hadir sebagai kontribusi akademik yang menghubungkan dunia teknologi perkapalan dengan isu keberlanjutan lingkungan laut yang saat ini menjadi perhatian global.
Melalui buku tersebut, para penulis berupaya menghadirkan perspektif baru bahwa kemajuan teknologi maritim tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab menjaga ekosistem laut.
Tidak hanya membahas aspek teknis permesinan kapal, buku ini mengajak pembaca melihat teknologi perkapalan dari sudut pandang yang lebih luas, mencakup dimensi filosofis, etis, sosial, dan ekologis.
Berbagai isu strategis dibahas mulai dari sistem propulsi kapal, pembangkit tenaga, keandalan rekayasa, pemeliharaan preventif, efisiensi energi, faktor manusia, hingga tantangan lingkungan yang muncul akibat aktivitas pelayaran modern.
Salah satu gagasan utama yang diangkat adalah pentingnya menghadirkan keseimbangan antara kemajuan teknologi, kebutuhan ekonomi, keselamatan pelayaran, dan keberlanjutan lingkungan laut.
Menurut para penulis, keberhasilan sektor maritim di masa depan tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga dari sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat tanpa merusak ekosistem laut.
Melalui pendekatan filsafat ilmu dan teknologi, buku ini mengulas tiga dimensi penting, yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiga pendekatan tersebut digunakan untuk memahami teknologi perkapalan bukan sekadar sebagai perangkat operasional, melainkan sebagai bagian dari sistem yang memerlukan nilai, etika, tanggung jawab, serta kesadaran lingkungan dalam penerapannya.
Pembahasan kemudian berkembang pada konsep pelayaran hijau melalui berbagai inovasi seperti digitalisasi kapal, peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi alternatif, pengembangan teknologi ramah lingkungan, penguatan etika profesional maritim, hingga dukungan terhadap kebijakan dekarbonisasi yang saat ini menjadi agenda penting industri pelayaran dunia.
Lebih jauh, buku ini juga mengaitkan isu teknologi maritim dengan ekonomi biru, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, keselamatan pelayaran, tata kelola operasional, serta pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada masa depan.
Meski berlangsung dalam suasana santai di sebuah kafe, diskusi yang terbangun di antara ketiga penulis berlangsung dinamis dan produktif. Berbagai gagasan yang akan dibawa ke forum internasional dibahas secara mendalam untuk memastikan pesan yang disampaikan tidak hanya berbicara tentang teknologi kapal, tetapi juga tentang pentingnya menjaga keberlanjutan laut sebagai sumber kehidupan dunia.
Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa gagasan besar sering kali lahir dari ruang-ruang sederhana. Dari sebuah diskusi yang hangat, tumbuh semangat untuk membawa isu kepedulian lingkungan laut ke panggung akademik internasional, sekaligus memperkenalkan perspektif maritim Indonesia kepada dunia.
Buku Filsafat Permesinan Kapal Niaga : Kepedulian Lingkungan Laut yang Berkelanjutan ditujukan bagi akademisi, mahasiswa, praktisi pelayaran, insan pendidikan, pemerhati lingkungan, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan sektor maritim. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu referensi yang mampu memperkaya diskusi tentang hubungan antara teknologi, etika, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan laut.
Dari teknologi perkapalan menuju kesadaran lingkungan. Dari gagasan yang lahir di ruang diskusi sederhana menuju forum ilmiah internasional. Sebuah ikhtiar intelektual untuk memastikan kemajuan maritim berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga laut bagi generasi masa depan. (*)









