Turateanews.com – Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah (YPWI) Cabang Jeneponto menggelar kegiatan Mukhayyam Akbar yang melibatkan ratusan pelajar dari lintas jenjang pendidikan. Kegiatan bernuansa edukatif dan spiritual ini dipusatkan di Destinasi Wisata Kolam Renang Komando pada Jumat hingga Sabtu, 9–10 Oktober 2026.
Mukhayyam Akbar kali ini diikuti oleh siswa laki-laki (ikhwah) mulai dari kelas 4 hingga kelas 6 SDIT, serta para santri tingkat SMPIT dan SMAIT di bawah naungan YPWI Jeneponto.
Ketua Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Cabang Jeneponto mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang berpartisipasi dalam perkemahan ini mencapai lebih dari 120 siswa.
“Ini merupakan kali pertama Mukhayyam Akbar dilaksanakan secara serentak dan kolaboratif oleh seluruh tingkatan pendidikan. Kami merencanakannya sebagai agenda tahunan apabila kegiatan ini terbukti memberikan dampak positif terhadap kualitas pengajaran serta pembentukan karakter anak-anak,” ujarnya.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Ketua DPD Wahdah Islamiyah Jeneponto, Ustaz Basir. Ia memuji kerja keras pengurus yayasan, jajaran kepala sekolah, jajaran tenaga pendidik, serta para pembina yang telah menyukseskan perkemahan ini.
“Kegiatan periode ini dikhususkan bagi pelajar putra. Jika seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan memberikan hasil yang optimal, ke depan kami akan mengagendakan kegiatan serupa khusus untuk pelajar putri,” tutur Ustaz Basir.
Pemilihan lokasi di Kolam Renang Komando dinilai sangat representative untuk menunjang berbagai program luar ruangan. Mengusung tema
“Saatnya Meningkatkan Iman, Ilmu dan Ukhuwah”, Mukhayyam Akbar ini diisi dengan beragam agenda menarik, seperti Kajian Islami (Al-Qur’an & Hadits), Games Edukatif & Outbound, Aktivitas Air di Kolam Renang, serta Pembinaan Karakter Islami.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat melatih kemandirian, memperkuat adab, meningkatkan kecerdasan, serta mampu menjadi sarana dakwah di tengah masyarakat atas ilmu yang telah didapatkan di sekolah.
Pelaksanaan acara ini juga mendapat sambutan dan dukungan hangat dari para orang tua murid. Sinertgitas yang solid antara orang tua, tenaga pendidik, pihak yayasan, dan Pengurus Daerah Wahdah Islamiyah diyakini menjadi kunci utama dalam melahirkan generasi penerus yang religius, beradab, dan saleh. (*)









