Turateanews.com — RSUD Lanto Dg Pasewang Kabupaten Jeneponto menjadi salah satu perangkat daerah yang menyertakan inovasi terbanyak dalam Kompetisi Inovasi Daerah (KIND) 2026. Sebanyak lima inovasi yang dikembangkan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari tahapan verifikasi lapangan untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Oktober 2026.
Verifikasi lapangan merupakan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan KIND 2026. Tim verifikasi telah mengunjungi sejumlah instansi perangkat daerah untuk menilai sekaligus memvalidasi pelaksanaan inovasi yang diikutsertakan dalam kompetisi.
Kunjungan ke RSUD Lanto Dg Pasewang menjadi momentum untuk melihat secara langsung bagaimana inovasi dikembangkan dan dijalankan dalam mendukung pelayanan kesehatan, tata kelola rumah sakit, serta keselamatan pasien.
Lima inovasi yang diikutsertakan RSUD Lanto Dg Pasewang dalam KIND 2026, yakni Glucomove, Pasmi Keperawatan, Gizpul Care, Gema Gizi, dan Donasi Sehat.
Direktur RSUD Lanto Dg Pasewang, dr. Irawati, menegaskan bahwa inovasi yang dihadirkan rumah sakit bukan sekadar untuk memenuhi indikator kompetisi atau menjadi kegiatan seremonial dan formalistik. Lebih dari itu, inovasi merupakan bentuk keseriusan institusi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
“Bagi kami di RSUD Latopas, inovasi bukan sekadar memenuhi indikator kompetisi, melainkan instrumen strategis dalam meningkatkan standar mutu pelayanan kesehatan masyarakat, efisiensi tata kelola, serta implementasi keselamatan pasien secara berkesinambungan,” ungkapnya.
Ia berharap, setiap inovasi yang telah dikembangkan dapat terus dievaluasi dan disempurnakan agar memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan. Perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih nyaman, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Menurutnya, kompetisi inovasi daerah menjadi momentum penting untuk menguji sekaligus memvalidasi efektivitas inovasi yang telah dijalankan. Melalui proses tersebut, rumah sakit dapat mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperkuat demi memastikan bahwa inovasi benar-benar memberikan nilai tambah bagi pelayanan kesehatan.
Harapan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pelayanan publik yang semakin responsif, berkualitas, dan berdampak langsung terhadap masyarakat, sekaligus mendukung visi Kabupaten Jeneponto menuju daerah yang semakin sejahtera, bahagia, dan terus melaju.
Verifikasi lapangan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto, Dr. Alfian Affandi Syam, bersama tim inovasi daerah dan tim pendamping inovasi.
Tahapan verifikasi menjadi bagian dari rangkaian seleksi untuk memastikan inovasi yang diikutsertakan memiliki pelaksanaan dan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil proses tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam penentuan finalis yang akan melangkah ke puncak pelaksanaan KIND 2026.
Kompetisi ini diharapkan tidak berhenti pada pemberian penghargaan kepada para inovator. Lebih penting lagi, KIND menjadi ruang pembelajaran, evaluasi, dan penguatan budaya inovasi di lingkungan pemerintahan daerah.
Melalui kompetisi ini, setiap perangkat daerah didorong untuk terus menghadirkan pembaruan dalam tata kelola dan pelayanan publik, dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai orientasi utama.
Partisipasi RSUD Lanto Dg Pasewang melalui lima inovasinya menjadi bagian dari upaya tersebut. Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada tim inovator RSUD Lanto Dg Pasewang atas komitmen dan kerja yang telah dilakukan dalam mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan.
Pada akhirnya, keberhasilan inovasi bukan semata-mata ditentukan oleh capaian dalam kompetisi, melainkan oleh sejauh mana perubahan yang dihadirkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, dan memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat dari waktu ke waktu. (*)









