Turateanews.com — Bantuan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dari Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan mulai dimanfaatkan oleh pengrajin tope di Kabupaten Jeneponto. Pemanfaatan alat tersebut menjadi momentum istimewa pada peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan, Senin, 19 Oktober 2026, sekaligus membuka harapan baru bagi pengembangan keterampilan dan keberlanjutan wastra lokal.
Pemanfaatan ATBM tersebut menjadi bagian dari pelatihan merakit dan menenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin yang berlangsung selama tujuh hari bagi para pengrajin tope di Dusun Buttale’leng, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.
Melalui pelatihan ini, para pengrajin mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan mempraktikkan teknik menenun dengan peralatan yang berbeda dari alat tenun tradisional yang selama ini mereka gunakan. Proses pembelajaran tersebut diharapkan memperluas keterampilan, memperkaya pengalaman, dan membuka peluang pengembangan produk tenun tope agar semakin berdaya saing.
Pada hari ketiga pelatihan, Kepala Desa Datara, Muhammad Jufri Lau, SKM., N.L.P., mengunjungi langsung lokasi kegiatan untuk melihat proses pembelajaran sekaligus pemanfaatan ATBM oleh para peserta.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah desa terhadap upaya peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya para pengrajin yang selama ini berperan dalam menjaga keberlanjutan tenun tope sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Pelatihan ini juga memperlihatkan bahwa keterampilan menenun dapat dikembangkan melalui proses belajar, ketekunan, dan kemauan untuk terus berlatih. Menjadi pengrajin tidak harus semata-mata karena faktor keturunan. Dengan kesempatan belajar yang terbuka, siapa pun yang memiliki minat dan kesungguhan dapat mulai mengenal, mempelajari, dan mengembangkan keterampilan menenun.
Di sisi lain, penggunaan ATBM menjadi ruang pembelajaran bahwa keterampilan tradisional dan perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan. Pengalaman para pengrajin dalam menggunakan alat baru menunjukkan pentingnya sikap terbuka terhadap perubahan tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi dasar lahirnya sebuah karya.
Bantuan ATBM dari Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan tidak berhenti pada penyediaan sarana produksi semata. Lebih dari itu, dukungan tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi peningkatan kapasitas pengrajin, lahirnya kreativitas baru, serta penguatan industri tenun lokal di Kabupaten Jeneponto.
Agar manfaatnya berkelanjutan, pemanfaatan alat tersebut juga perlu diikuti dengan pendampingan keterampilan, pengembangan desain dan kualitas produk, serta pembukaan akses pemasaran. Dengan demikian, kemampuan menenun yang diperoleh selama pelatihan dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah bagi pengrajin dan perekonomian masyarakat.
Momentum Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga dengan upaya memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan kesejahteraan.
ATBM mulai digunakan, tangan-tangan pengrajin mulai beradaptasi, dan harapan bagi keberlanjutan wastra tope Jeneponto semakin terbuka. Inilah makna kado Hari Jadi Sulawesi Selatan yang lahir melalui perpaduan dukungan pemerintah, penguatan keterampilan, pelestarian budaya, dan semangat masyarakat untuk terus berkembang.
Tope lestari, pengrajin berdaya, ekonomi daerah tumbuh bersama. (*)









