Turateanews.com — Suasana Pasar Sentral Karisa Kabupaten Jeneponto tampak jauh berbeda dan ramai pada Sabtu, /8/2026) pagi.
Meski hari Sabtu bukanlah hari pasar resmi, warga tetap berbondong-bondong memadati kawasan pasar terbesar di Bumi Turatea tersebut demi berburu berbagai kebutuhan dan pernak-pernik perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Para pengunjung yang didominasi ibu ibu memadati lorong-lorong pasar sejak pagi hari.
Para pedagang pun tampak sigap menggelar dagangan ekstra untuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat yang antusias menyiapkan tradisi perayaan maulid yang diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Deretan lapak yang paling ramai diserbu warga antara lain:
* Aneka hiasan warna-warni, pohon maulid, hingga bakul tradisional khas dari anyaman daun lontar, aneka wadah plastik laris manis dibeli warga untuk wadah hiasan telur dan bahan pangan.
* Pasokan ayam kampung segar dan beberapa jenis ayam lainnya melimpah untuk memenuhi bahan utama hidangan syukuran keluarga.
* Bumbu Dapur & Bahan Minuman Khas: Rempah-rempah segar seperti jahe, kunyit dan lengkuas diserbu pembeli sebagai bahan utama pembuatan Sarabba—minuman hangat khas yang wajib menghangatkan suasana saat pembacaan A’rate dan zikir bersama.
* Sayur-Mayur Fresh: Berbagai jenis sayuran hijau dan bumbu dapur lengkap terus dipasok untuk kebutuhan memasak dalam porsi besar.
“Biasanya Sabtu relatif senggang, tetapi karena momen Maulid ini masih berjalan beberapa hari ke depan, warga tidak ingin ketinggalan menyiapkan bahan terbaik. Wadah songkolo dan jahe untuk Sarabba paling cepat laku,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Sentral Karisa.
Kehangatan interaksi jual-beli dan tingginya kedermawanan warga dalam menyambut perayaan Maulid ini menegaskan betapa kuatnya perayaan maulid dan rasa cinta masyarakat Jeneponto terhadap meneladani Rasulullah SAW. (*)










