Turateanews.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jeneponto kembali menggelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Aula Kantor Camat Kelara, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang menyasar edukasi lingkungan hingga tingkat rumah tangga ini melahirkan terobosan baru berupa gagasan pesta ramah lingkungan atau pesta bebas sampah plastik.
Gagasan brilian tersebut dicetuskan langsung oleh Camat Kelara, Ilyas, saat memberikan sambutan.
Ia menyoroti tingginya potensi timbulan sampah dari berbagai hajatan masyarakat, seperti pesta pernikahan, sunatan, hingga syukuran.
“Setiap pelaksanaan pesta, sumbangan sampahnya tidak sedikit, terutama sampah plastik. Bayangkan, untuk satu kali pesta saja bisa menghabiskan hingga 30 kardus minuman kemasan gelas, belum lagi limbah plastik lain dan sampah organik sisa makanan. Karena itu, kita ingin mengatur agar ke depan pelaksanaan pesta di Kelara menjadi pesta yang ramah lingkungan dan bebas sampah plastik,” tegas Camat Kelara.
Guna merealisasikan hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Kelara berencana mewajibkan setiap warga yang mengajukan permohonan izin hajatan untuk mendapatkan edukasi penanganan sampah sekaligus menandatangani surat pernyataan komitmen penyelenggaraan pesta ramah lingkungan.
Pihak kecamatan juga menyiapkan stimulasi konkret, seperti pembagian kantong atau karung sampah untuk mempermudah pemilahan di lokasi acara.
Selain itu, tuan rumah atau penyelenggara pesta wajib menunjuk tim khusus yang bertanggung jawab mengelola dan memilah sampah selama hajatan berlangsung.
Inisiatif Camat Kelara ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pemangku kepentingan yang hadir. Perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kelara menyambut positif dan siap mengintegrasikan materi kesehatan lingkungan serta pengolahan sampah ke dalam program bimbingan calon pengantin (catin).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Kelara juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan lingkungan bagi calon pengantin maupun keluarga besarnya.
Dukungan penuh turut datang dari Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kelara. Pihaknya menegaskan siap berkoordinasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan agar setiap hajatan warga mendapatkan pendampingan edukasi dari pengurus PKK setempat.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Kelara menggarisbawahi kesiapan pemuda untuk mengambil peran aktif, khususnya dalam pengolahan sampah organik hasil hajatan warga.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Kabupaten Jeneponto, Abdul Rahmat, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas gagasan inovatif dari Camat Kelara beserta jajaran lintas sektor.
“DLH Jeneponto sangat mendukung penuh gagasan ini agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Pengelolaan sampah terpadu di tingkat desa dan kelurahan melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sangat efektif menekan volume sampah sebelum sampai ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” ujar Abdul Rahmat.
Pada sesi utama, Sekretaris Forum Kabupaten Kota Sehat (FKS) Kabupaten Jeneponto, Haerullah Lodji, membawakan materi pengolahan sampah terpadu berbasis masyarakat. Dalam pemaparannya, Haerullah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menerapkan metode 3R di lingkungan rumah tangga maupun pada momentum kegiatan publik seperti pesta warga.
“Penanganan sampah tidak bisa dilakukan parsial. Harus ada penanganan kolaboratif dan terpadu mulai dari rumah tangga, pengurus RT/RW, hingga penyelenggara acara, agar rantai masalah sampah ini bisa kita selesaikan bersama,” ungkap Haerullah Lodji.
Sosialisasi ini turut dihadiri oleh jajaran Koramil, perwakilan SPPG, Kepala Sekolah tingkat SMA, Ketua TP PKK Desa/Kelurahan se-Kecamatan Kelara, tokoh pemuda, serta staf Kantor Kecamatan Kelara. (*)









