Dg. Nakku Hidup Seorang Diri, Salmawati Paris Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com — Di usia 71 tahun, Dg. Nakku menjalani hari-harinya seorang diri dalam kondisi yang memprihatinkan.

Warga Dusun Samataring, Desa Kaluku, Kabupaten Jeneponto, tersebut bahkan harus tinggal di bawah kolong rumah untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Kondisi Dg. Nakku mendapat perhatian setelah informasi mengenai kehidupannya disampaikan oleh pengurus Karang Taruna Desa Kaluku. Mendengar kabar tersebut, Hj. Salmawati Paris, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, sekaligus Ketua Dekranasda dan Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, memilih untuk melihat langsung kondisi Dg. Nakku di lapangan.

Di tengah kesibukannya, Hj. Salmawati Paris bersama Ketua Karang Taruna Kabupaten Jeneponto, Suharmin, mendatangi kediaman Dg. Nakku. Kunjungan tersebut tidak sekadar untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan secara langsung bagaimana kondisi kehidupan dan kebutuhan warga lanjut usia tersebut.

Setibanya di lokasi, Sabtu 22 Agustus 2926, Salmawati berdialog dengan Dg. Nakku. Ia menanyakan keseharian, kebutuhan dasar, kondisi tempat tinggal, hingga bantuan sosial yang selama ini diterima.

Percakapan sederhana tersebut menjadi bagian penting untuk memahami kondisi Dg. Nakku dari dekat, bukan hanya berdasarkan informasi administratif.

Dalam kunjungan itu, Salmawati juga melakukan konfirmasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto mengenai status bantuan sosial Dg. Nakku. Berdasarkan informasi yang diterima, Dg. Nakku tercatat berada pada desil 6 dalam data kesejahteraan sosial.

Data tersebut kemudian menjadi perhatian karena kondisi nyata yang ditemukan di lapangan menunjukkan situasi yang perlu mendapat perhatian lebih. Di sinilah pentingnya memastikan kesesuaian antara data kesejahteraan sosial dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya.

“Yang kita lihat hari ini adalah kondisi nyata di lapangan. Dg. Nakku sudah berusia 71 tahun, hidup seorang diri dan tinggal dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Karena itu, data dan kondisi di lapangan perlu kita lihat kembali agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar Salmawati.

Menurut Salmawati, data administratif merupakan bagian penting dalam penyaluran program pemerintah. Namun, data tersebut perlu terus diperbarui dan dikonfirmasi melalui kondisi faktual di lapangan agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan perlindungan dan bantuan tidak terlewatkan.

Bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, validasi lapangan menjadi salah satu cara untuk memastikan kebijakan dan program sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Terlebih bagi warga lanjut usia yang hidup seorang diri dan berada dalam kondisi rentan seperti Dg. Nakku.

Dalam kesempatan tersebut, Salmawati Paris menyerahkan bantuan secara langsung kepada Dg. Nakku. Selain bantuan tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia juga memberikan kompor gas yang diharapkan dapat menunjang aktivitas Dg. Nakku dalam menjalani kesehariannya.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan Dg. Nakku. Tetapi yang lebih penting, kita berharap kondisi beliau menjadi perhatian bersama dan ada tindak lanjut dari pihak terkait,” tuturnya.

Kehadiran Salmawati Paris bersama jajaran Karang Taruna di kediaman Dg. Nakku menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya mendorong perhatian lebih lanjut dari pihak-pihak terkait. Persoalan sosial tidak selalu dapat dilihat hanya melalui angka dan kategori dalam sebuah sistem data, tetapi juga melalui realitas kehidupan masyarakat yang ditemui secara langsung.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan Dg. Nakku memperoleh perhatian dan akses terhadap program bantuan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhannya. (*)

Penulis : Suryani Hajar

Berita Terkait

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea
DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang
Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas
Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat
Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite
Semarakkan HUT ke-49, BKPRMI Jeneponto Gelar Donor Darah di Lokasi Car Free Day
Di Tengah Kelelahan Antrian dan Kelangkaan, Masyarakat Menunggu Jawaban atas Krisis Energi yang Tak Kunjung Usai
TDA Jeneponto Siapkan Ekosistem Pengusaha Bertumbuh Melalui Kickoff Kepengurusan 9.0
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:01 WIB

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea

Selasa, 15 September 2026 - 09:14 WIB

DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang

Selasa, 15 September 2026 - 09:07 WIB

Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas

Selasa, 15 September 2026 - 07:45 WIB

Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat

Senin, 14 September 2026 - 11:54 WIB

Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite

Berita Terbaru