Jambore RAPIDA 24 Sulsel Dipusatkan di Jeneponto, Dari Komunikasi Udara Menjadi Silaturahmi di Darat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TurateaNews.com — Jambore Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 24 Sulawesi Selatan tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya para pegiat komunikasi radio dari 24 kabupaten/kota.

Dipusatkannya kegiatan tersebut di Kabupaten Jeneponto menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta dari seluruh Sulawesi Selatan.

Jambore RAPIDA 24 Sulsel yang berlangsung di Bumi Perkemahan Parangloe Karisa, Kabupaten Jeneponto, dibuka secara resmi pada Sabtu (29/8/2026) oleh Ketua RAPIDA 24 Sulsel, Ir. Ilham Arif Sirajuddin (IAS), setelah para peserta mulai berdatangan dan memadati lokasi kegiatan sejak Jumat (28/8).

Di balik pelaksanaan jambore di Jeneponto tersebut, terdapat gagasan dan komunikasi yang dibangun Ketua RAPI 12 Kabupaten Jeneponto, Andi Patoppoi, bersama jajaran RAPI Sulsel. Ia secara khusus menyampaikan kepada Ketua RAPIDA 24 Sulsel agar Jeneponto dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan jambore tahun ini.

Menurut Andi Patoppoi, pilihan tersebut bukan semata-mata karena Jeneponto memiliki tempat yang representatif untuk kegiatan perkemahan, tetapi juga karena terdapat pesan yang lebih besar yang ingin dibangun melalui Jambore RAPI.

“Selama ini kami berkomunikasi melalui udara. Melalui jambore ini, kita ingin komunikasi itu tidak hanya terjadi di udara, tetapi juga bertemu langsung di darat. Kita ingin menjalin silaturahmi, membangun keakraban dan memperkuat persaudaraan antaranggota RAPI se-Sulawesi Selatan,” ungkap Andi Patoppoi.

Ia optimistis pelaksanaan Jambore RAPIDA 24 Sulsel di Jeneponto dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan daerah dengan segala potensi dan karakter masyarakatnya.

Jeneponto, kata dia, tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan karakter masyarakat yang kuat dan ramah, tetapi juga memiliki berbagai potensi yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat luar, termasuk potensi pariwisata, budaya dan ekonomi kerakyatan.

“Kami ingin teman-teman dari 24 kabupaten/kota datang ke Jeneponto, mengenal daerah ini, merasakan keramahan masyarakatnya, melihat potensinya dan membawa cerita tentang Jeneponto ketika mereka kembali ke daerah masing-masing,” tuturnya.

Lebih jauh, pelaksanaan jambore juga diharapkan memberikan dampak terhadap pelaku usaha lokal. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah dinilai menjadi peluang bagi UMKM dan pengusaha lokal untuk memperkenalkan serta memasarkan produk mereka.

Karena itu, Jambore RAPI tidak hanya dipandang sebagai agenda organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Tujuan kami juga bagaimana kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi UMKM dan pengusaha lokal. Ketika peserta datang dari berbagai kabupaten/kota, tentu ada pergerakan ekonomi. Mereka makan, berbelanja dan mengenal produk-produk lokal Jeneponto,” jelas Andi.

Menariknya, karakter Jeneponto yang identik dengan kuda juga turut dihadirkan dalam pelaksanaan jambore. Dalam rangkaian kegiatan jalan santai yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (30/8), panitia menyiapkan hadiah utama berupa satu ekor kuda.

Bagi Andi Patoppoi, pemberian hadiah tersebut bukan sekadar gimmick dalam sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi simbol yang memperkenalkan identitas Jeneponto kepada para peserta.

“Kami berkoordinasi dan sepakat dengan tagline atau simbol Jeneponto, yaitu kuda. Karena itu kami meminta agar hadiah utama jalan santai berupa satu ekor kuda. Ini juga bagian dari cara kita memperkenalkan Jeneponto,” katanya.

Selain jalan santai, Jambore RAPIDA 24 Sulsel juga diramaikan dengan berbagai kegiatan, di antaranya lomba domino, lomba catur, eksperimen antena mobil, hingga kegiatan pos ranting yang menampilkan simulasi penyelamatan terhadap masyarakat yang mengalami musibah.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa RAPI tidak hanya hadir sebagai komunitas komunikasi radio, tetapi juga memiliki semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Kemampuan komunikasi radio yang selama ini menjadi kekuatan RAPI juga memiliki peran penting dalam situasi kebencanaan. Melalui simulasi penyelamatan yang digelar dalam jambore, anggota RAPI dapat mengasah kesiapsiagaan sekaligus memperkuat koordinasi ketika komunikasi konvensional menghadapi kendala dalam kondisi darurat.

Jambore yang mempertemukan anggota RAPI dari 24 kabupaten/kota tersebut pada akhirnya menjadi ruang perjumpaan yang jauh lebih luas daripada sekadar agenda organisasi.

Dari frekuensi radio yang selama ini mempertemukan suara dari kejauhan, para anggota RAPI kini dipertemukan secara langsung di satu tempat, berbagi pengalaman, membangun persahabatan dan memperkuat rasa persaudaraan.

Andi Patoppoi pun berharap pelaksanaan Jambore RAPIDA 24 Sulsel di Jeneponto dapat menjadi awal dari semakin eratnya hubungan antara RAPI dengan masyarakat serta pemerintah daerah.

“Harapan kami, setelah jambore ini, hubungan kita semakin dekat. Bukan hanya komunikasi lewat udara, tetapi juga komunikasi dan silaturahmi secara langsung. Kita ingin RAPI semakin hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat,” pungkasnya.

Dengan tema “Dengan Jambore RAPI, Kita Bangun Solidaritas, Kompak, serta Jalin Keakraban dan Silaturahmi Masyarakat Sulsel,” Jambore RAPIDA 24 Sulsel di Jeneponto menjadi gambaran bahwa komunikasi bukan hanya tentang bagaimana suara dapat tersampaikan melalui frekuensi, tetapi juga bagaimana perjumpaan mampu melahirkan persaudaraan dan kebersamaan. (*)

Berita Terkait

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea
DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang
Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas
Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat
Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite
Semarakkan HUT ke-49, BKPRMI Jeneponto Gelar Donor Darah di Lokasi Car Free Day
Di Tengah Kelelahan Antrian dan Kelangkaan, Masyarakat Menunggu Jawaban atas Krisis Energi yang Tak Kunjung Usai
TDA Jeneponto Siapkan Ekosistem Pengusaha Bertumbuh Melalui Kickoff Kepengurusan 9.0
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:01 WIB

Antara Antrean BBM dan Amplop Undangan, Potret Ketangguhan Masyarakat Turatea

Selasa, 15 September 2026 - 09:14 WIB

DPRD CUP I Resmi Bergulir, Semangat Persaudaraan dan Prestasi Menggema dari Lapa Eja Tarowang

Selasa, 15 September 2026 - 09:07 WIB

Kapolsek Kelara Perkuat Silaturahmi, Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Kamtibmas

Selasa, 15 September 2026 - 07:45 WIB

Antrean BBM Belum Terurai, Publik Mempertanyakan Solusi Darurat

Senin, 14 September 2026 - 11:54 WIB

Sungguh Miris, Saya Menyaksikan Guru SD Menjelang Pensiun Harus Antre Urutan 120 Demi 2 Liter Pertalite

Berita Terbaru