Lembangloe, Kampung Ubi Jalar Andalan di  Jeneponto

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Turateanews.com — Pagi yang cerah menyapa hamparan sawah di Kampung Lembangloe, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu.

Di tengah lahan yang baru saja selesai panen padi dan jagung, suasana terlihat sangat hidup para petani sedang sibuk menyiapkan lahan dan menanam bibit ubi jalar, Rabu 19 Agustus 2026 mengubah wajah sawah menjadi lahan harapan baru.

Ini bukan sekadar kegiatan tani biasa — ini adalah tradisi dan strategi cerdas para petani Lembang Loe dalam memanfaatkan jeda musim tanam.

Saat ini, proses penanaman sedang berjalan bertahap, sebagian lahan sudah tersusun rapi menjadi bedeng-bedengp gundukan tanah sejajar yang rapi dan teratur, menjadi ciri khas penanaman ubi jalar di sini. Sebagian petani sudah mulai menanam, sementara yang lain masih menyelesaikan pembuatan bedeng dengan teliti.

Langkah berikutnya adalah penyiraman dan pengairan air dialirkan dari sungai melalui sistem pompanisasi, memenuhi setiap petak sawah hingga basah merata.

Setelah tanah cukup basah, barulah dilakukan penanaman batang ubi jalar dipotong sekitar 30 sentimeter, lalu dengan hati-hati ditancapkan ke bedeng-bedeng yang sudah berair. Proses ini dilakukan dengan sabar dan teliti, satu per satu, demi pertumbuhan yang optimal.

Setelah panen padi dan jagung, dan sembari menunggu musim tanam padi berikutnya, para petani di Lembang Loe secara serentak memanfaatkan lahan sawah mereka untuk penanaman ubi jalar.

Di seluruh Kecamatan Binamu, Lembangloe dikenal sebagai satu-satunya wilayah pertanian yang petaninya secara serentak menanam ubi jalar pada musim ini, menjadikannya kampung penanam ubi jalar yang paling konsisten dan teratur di wilayah tersebut.

Pengairan melalui sistem pompanisasi dari sungai memastikan setiap bibit mendapat air yang cukup di tengah musim kemarau. Langkah ini menunjukkan ketangkasan dan kearifan lokal petani dalam beradaptasi dengan kondisi alam tidak membiarkan lahan kosong, melainkan mengisinya dengan tanaman yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

“Kami menanam ubi jalar bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk menambah pendapatan keluarga di sela-sela musim tanam padi. Dalam 50 hingga 60 hari ke depan, insya Allah siap panen dan harga diharapkan bersaing di pasar.” ungkap Dg Ngawing salah satu petani Lembang Loe.

Lembangloe memang telah lama dikenal masyarakat luas sebagai kampung penanam ubi jalar. Setiap tahun, terutama menjelang musim penghujan, lahan-lahan di sini berubah menjadi hamparan tanaman ubi jalar yang hijau dan subur.

Umur tanaman yang relatif singkat cukup sekitar 50–60 hari membuatnya menjadi alternatif tanaman yang sangat menguntungkan dan cepat menghasilkan.

Dengan perawatan yang sederhana namun teliti, para petani berharap hasil panen tahun ini dapat memberikan keuntungan yang layak, bersaing di pasar lokal maupun daerah sekitarnya, serta menjadi bukti bahwa ketekunan dan kreativitas petani adalah kunci ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan penanaman ubi jalar di Lembangloe bukan sekadar aktivitas pertanian ia adalah simbol semangat, ketangguhan, dan kearifan lokal masyarakat Jeneponto. (*)

Berita Terkait

Literasi Jumat Pagi di SDIT Ulul Albab, Siswa Diajak Membaca sebagai Kegembiraan
Bunda PAUD Jeneponto Buka Bimtek Strategi Perluasan Akses dan Mutu Wajib Belajar Prasekolah
Penyuluh Agama KUA Kelara dan Pembina BKMT Hadiri Majelis Taklim Permata Nurul Jannah di Samataring
Dialog Kepemudaan Bangkala, Pemuda Berdaya untuk Masa Depan Daerah
Gelar Wicara Literasi Telusuri Jejak Lanto Daeng Pasewang, Pejuang Kemerdekaan dan Gubernur Sulawesi
Karya Kreatif SLB Negeri 2 Jeneponto Warnai Festival Literasi Dinas Perpustakaan Jeneponto 2026
Nantikan Jeneponto Craft & Fashion Festival 2026, Momentum Promosikan Kain Tope dan Produk Unggulan Daerah
Inovasi Rumput Laut Ratnasari Tarik Perhatian Guru Besar Jepang ke Makassar
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Literasi Jumat Pagi di SDIT Ulul Albab, Siswa Diajak Membaca sebagai Kegembiraan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bunda PAUD Jeneponto Buka Bimtek Strategi Perluasan Akses dan Mutu Wajib Belajar Prasekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Penyuluh Agama KUA Kelara dan Pembina BKMT Hadiri Majelis Taklim Permata Nurul Jannah di Samataring

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Gelar Wicara Literasi Telusuri Jejak Lanto Daeng Pasewang, Pejuang Kemerdekaan dan Gubernur Sulawesi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Karya Kreatif SLB Negeri 2 Jeneponto Warnai Festival Literasi Dinas Perpustakaan Jeneponto 2026

Berita Terbaru

KEPITING78

KEPITING78

PAUS39

PAUS39

RATU311

HOKI311

HOKI311

HOKI311

Situs Live Casino

mix parlay

sabung ayam online

CERI188

KUPU178

RATU311

RATU311

RATU311

RATU311

RATU311

game online rambutan188

situs rambutan188

link rambutan188

rambutan188

rambutan188

rambutan188

KUPU178

KUPU178

KUPU178

KUPU178