Merawat Bumi Dari Hulu, Gagasan Lokal Menuju Jeneponto Zero Sampah

Rabu, 30 September 2026 - 08:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Abdul Rahmat
(Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto)

Sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang digulirkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jeneponto di berbagai kecamatan bukan sekadar forum edukasi satu arah.

Di balik bangku-bangku aula kecamatan yang dipenuhi ratusan peserta, mulai dari jajaran pemerintah lokal, kepala sekolah, tokoh pemuda, organisasi perempuan, hingga ibu rumah tangga terjadi dialog hidup dan pertukaran gagasan yang luar biasa.

Perjumpaan ini membuktikan bahwa kesadaran menjaga lingkungan di tingkat tapak sesungguhnya telah menyala, tinggal bagaimana kita merawat dan mengorganisasikannya menjadi sebuah gerakan bersama.

Hal paling berharga dari rangkaian sosialisasi ini adalah lahirnya ide-ide segar bernuansa mitigasi di tingkat hulu, sebuah pendekatan yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Di Kecamatan Kelara, misalnya, Camat Kelara, Ilyas, melontarkan gagasan progresif berupa penanganan sampah hajatan warga, baik pesta pernikahan, sunatan, syukuran, hingga prosesi takziah.

Berdasarkan observasi di lapangan, satu kali hajatan warga mampu menyumbang 20 hingga 50 kardus bekas gelas air mineral, belum lagi limbah kantong plastik dan kemasan bahan makanan.

Sampah-sampah ini sering kali berakhir berserakan di selokan, jalanan, atau dibakar secara tidak ramah lingkungan.

Melalui gagasan pesta bebas sampah plastik, Pemerintah Kecamatan Kelara berupaya mewajibkan edukasi dan komitmen pengelolaan limbah bagi warga yang mengajukan izin hajatan.

Solusi konkrit pun disiapkan, mulai dari pemilahan di lokasi acara hingga gagasan mengolah limbah plastik tersebut menjadi paving block dan produk daur ulang bernilai guna. Langkah ini dikuatkan oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Kelara yang siap mendampingi edukasi warga hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Sementara itu, di Kecamatan Bangkala Barat, energi pemuda menjadi motor penggerak utama. Merespons program pengolahan sampah organik yang digalakkan DLH Jeneponto, para pemuda setempat menangkap peluang budidaya maggot (Black Soldier Fly).

Ulat pengurai ini memiliki kemampuan mengonsumsi sampah organik berkali-kali lipat dari berat tubuhnya dalam waktu singkat. Inisiatif pemuda Bangkala Barat ini kian potensial karena menyasar limbah makanan rumah tangga dan sisa makanan dari dapur SPPG sebagai bahan baku utama, sehingga sisa makanan tidak lagi membusuk dan mencemari lingkungan.

Di sektor pendidikan, semangat serupa ditunjukkan oleh para kepala sekolah dan tenaga pendidik. Sekolah-sekolah di Jeneponto mulai mengonsolidasikan gerakan Sekolah Hijau dan Adiwiyata melalui pemilahan sampah plastik sejak dari ruang kelas serta pembuatan komposter untuk sampah dedaunan. Botol-botol plastik bekas pun dimanfaatkan secara kreatif menjadi pot tanaman dan hiasan taman sekolah.

Gagasan-gagasan lokal yang muncul di Kelara, Bangkala Barat, dan kecamatan lainnya menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak bisa lagi diandalkan hanya pada TPA di hilir.

Mitigasi harus dimulai dari hulu, dari kebiasaan sehari-hari dan kearifan lokal masyarakat. Kehadiran dan dukungan penuh dari unsur TNI dan Polri di setiap sosialisasi kian mempertegas bahwa urusan lingkungan adalah kerja kolaboratif lintas sektor.

Langkah-langkah kecil yang diinisiasi dari ruang aula kecamatan ini pada akhirnya merupakan bagian dari ikhtiar besar kita mendukung program Asta Cita menuju Indonesia Asri dan Zero Waste 2029.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto berkomitmen untuk terus mengawal dan memfasilitasi setiap gagasan inovatif warga agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Sebab, ketika sampah terkelola dengan baik sejak dari rumah dan desa, kita tidak hanya mewujudkan Jeneponto yang bersih, asri, dan resik, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang sehat dan membahagiakan bagi seluruh warganya. (*)

Berita Terkait

Literasi Jumat Pagi di SDIT Ulul Albab, Siswa Diajak Membaca sebagai Kegembiraan
Bunda PAUD Jeneponto Buka Bimtek Strategi Perluasan Akses dan Mutu Wajib Belajar Prasekolah
Penyuluh Agama KUA Kelara dan Pembina BKMT Hadiri Majelis Taklim Permata Nurul Jannah di Samataring
Dialog Kepemudaan Bangkala, Pemuda Berdaya untuk Masa Depan Daerah
Gelar Wicara Literasi Telusuri Jejak Lanto Daeng Pasewang, Pejuang Kemerdekaan dan Gubernur Sulawesi
Karya Kreatif SLB Negeri 2 Jeneponto Warnai Festival Literasi Dinas Perpustakaan Jeneponto 2026
Nantikan Jeneponto Craft & Fashion Festival 2026, Momentum Promosikan Kain Tope dan Produk Unggulan Daerah
Inovasi Rumput Laut Ratnasari Tarik Perhatian Guru Besar Jepang ke Makassar
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Literasi Jumat Pagi di SDIT Ulul Albab, Siswa Diajak Membaca sebagai Kegembiraan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bunda PAUD Jeneponto Buka Bimtek Strategi Perluasan Akses dan Mutu Wajib Belajar Prasekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Penyuluh Agama KUA Kelara dan Pembina BKMT Hadiri Majelis Taklim Permata Nurul Jannah di Samataring

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Gelar Wicara Literasi Telusuri Jejak Lanto Daeng Pasewang, Pejuang Kemerdekaan dan Gubernur Sulawesi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Karya Kreatif SLB Negeri 2 Jeneponto Warnai Festival Literasi Dinas Perpustakaan Jeneponto 2026

Berita Terbaru

KEPITING78

KEPITING78

PAUS39

PAUS39

RATU311

HOKI311

HOKI311

HOKI311

Situs Live Casino

mix parlay

sabung ayam online

CERI188

KUPU178

KUPU178

KUPU178

RATU311

RATU311

RATU311

RATU311

RATU311

game online rambutan188

situs rambutan188

link rambutan188

rambutan188

rambutan188

rambutan188

KUPU178

KUPU178

KUPU178

KUPU178

link HOKI311

Situs THOR311

Situs THOR311

link daftar KUPU178