Turateanews.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar keluarga besar Polres Jeneponto di Masjid Nur Asy Syurthi, Kamis (10/9/2026), tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat nilai-nilai akhlak, integritas, dan pengabdian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Kegiatan yang dihadiri Kapolres Jeneponto AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Jeneponto Ny. Ratih Haryo, Wakapolres Kompol Aswar Anas, S.Sos., M.M., para pejabat utama, Kapolsek jajaran, personel Polres, serta Bhayangkari tersebut mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Dalam hikmah Maulid yang disampaikan Ustaz Zainuddin, Lc., M.Pd., yang juga pembina Rumah Qur’an Maryam (RQM) ditegaskan bahwa Rasulullah Muhammad SAW diutus bukan hanya untuk menyampaikan risalah Islam, tetapi juga untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia.
Menurutnya, peringatan Maulid sejatinya bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, melainkan menghadirkan kembali nilai-nilai dan akhlak beliau dalam kehidupan nyata.
“Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi umat manusia. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak dan kepribadian beliau dalam setiap aspek kehidupan,” ungkap Ustaz Zainuddin.
Ia menjelaskan bahwa karakter Rasulullah SAW yang jujur (*shiddiq*), dapat dipercaya (*amanah*), cerdas (*fathanah*), dan mampu menyampaikan kebenaran (*tabligh*) merupakan fondasi moral yang sangat relevan bagi siapa saja yang mengemban amanah pelayanan publik, termasuk anggota Polri.
Dalam tausyiahnya, Ustaz Zainuddin menekankan bahwa jabatan bukanlah simbol kekuasaan semata, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik di hadapan masyarakat maupun di hadapan Allah SWT.
“Akhlak Rasulullah mengajarkan bahwa kewenangan adalah tanggung jawab. Semakin besar amanah yang diemban, semakin besar pula tuntutan untuk berlaku adil, jujur, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, seorang pelayan masyarakat dituntut untuk menjaga integritas dalam setiap tindakan, menjunjung tinggi keadilan, bersikap santun dalam pelayanan, serta tegas dalam menegakkan kebenaran.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat Polri Presisi yang saat ini terus diperkuat dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Ustaz Zainuddin juga mengingatkan pentingnya keadilan sebagai salah satu prinsip utama dalam Islam. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma’idah ayat 8 yang menegaskan bahwa berlaku adil merupakan jalan yang paling dekat kepada ketakwaan.
“Bangsa yang kuat bukan hanya dibangun oleh kekuasaan dan kemajuan fisik, tetapi juga oleh integritas, kejujuran, dan akhlak para pemimpin serta aparat yang mengemban amanah,” katanya.
Menurutnya, tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks menuntut setiap individu untuk memperkuat nilai moral dan spiritual sebagai pondasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Karena itu, semangat Maulid Nabi harus menjadi energi moral yang mendorong lahirnya sikap disiplin, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam bekerja.
Sementara itu, Kapolres Jeneponto AKBP Haryo Basuki dalam sambutannya mengajak seluruh personel menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurut Kapolres, nilai kejujuran, kedisiplinan, amanah, kepedulian, dan tanggung jawab yang dicontohkan Rasulullah SAW merupakan modal utama bagi anggota Polri dalam memberikan pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua agar terus meneladani Rasulullah SAW dalam setiap tugas dan pengabdian,” ujar Kapolres.
Melalui peringatan tersebut, keluarga besar Polres Jeneponto diharapkan semakin memperkuat nilai-nilai keimanan dan keteladanan Rasulullah SAW, sehingga semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara senantiasa berlandaskan akhlak mulia serta integritas yang kokoh. (*)










