Turateanews.com — Di tengah dampak musim kemarau panjang yang masih melanda wilayah Kabupaten Jeneponto, pemerintah daerah bersama ratusan masyarakat berkumpul menggelar Salat Sunnah Istisqa (salat memohon hujan).
Kegiatan spiritual tersebut dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Sampung Lili, Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia. Rabu 23 September 2026.
Salat Istisqa yang berlangsung khusyuk dan penuh penyerahan diri ini dihadiri langsung oleh Bupati Jeneponto bersama jajaran pemerintah dan warga setempat. Bertindak selaku imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan ibadah ini adalah Kiai Muda Zainuddin, Lc..
Khotbah Kiai Muda Zainuddin : Membuka Pintu Ampunan di Saat Langit Menahan Hujan
Dalam naskah khotbahnya yang bertajuk “Ketika Langit Menahan Hujan, Mari Kita Membuka Pintu Ampunan”, Kiai Muda Zainuddin, Lc. mengingatkan jamaah bahwa manusia sangat bergantung pada air untuk kehidupan sehari-hari—mulai dari kebutuhan minum, memasak, mandi, hingga untuk mengairi sawah, kebun, dan ternak.
“Kita datang bukan membawa kekuatan, kita datang membawa kelemahan. Kita datang bukan membawa kesombongan, tetapi membawa pengakuan bahwa kita sangat membutuhkan Allah,” tegasnya.
Zainuddin menekankan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa bukan sekadar ritual meminta air diturunkan dari langit, melainkan momentum penting untuk bermuhasabah dan memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta.
Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Nuh ayat 10–11, Khotib mengingatkan agar masyarakat memperbanyak istighfar dan taubat yang tulus.
“Allah tidak menyuruh kita sekadar memperbanyak keluhan, tetapi Allah mengajarkan agar kita memohon ampunan-Nya. Jangan tanya kapan hujan akan turun, tetapi tanyakan pada diri sendiri: sudahkah kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah?” ujar KM Zainuddin.
Dalam khotbahnya yang menyentuh hati, diselingi pula dengan pesan-pesan bahasa daerah (Makassar) Ia mengajak masyarakat introspeksi agar menyadari betapa berharganya nikmat air yang selama ini sering dilupakan. Meskipun teknologi manusia berkembang pesat dengan pemuatan sumur dan bendungan, tidak ada satu pun manusia yang sanggup menurunkan satupun tetes air hujan tanpa izin dari Allah SWT.
Doa Bersama untuk Keberkahan Jeneponto
Pada sesi khotbah kedua dan doa bersama, seluruh jamaah menundukkan kepala dan mengangkat tangan memohon kebaikan serta keselamatan.
KM. Zainuddin memimpin doa agar Allah menurunkan hujan yang membawa manfaat, menyuburkan tanah dan tanaman, serta memberi minum bagi hewan ternak tanpa menimbulkan bencana atau banjir.
Selain memohon hujan, doa juga dipanjatkan khusus untuk keselamatan daerah
“Ya Allah, berkahilah Jeneponto dan seluruh masyarakatnya. Lindungilah kami dari kekeringan, bencana, dan berbagai musibah. Perbaikilah para pemimpin kami, generasi muda kami, serta satukan hati kami di atas petunjuk dan ketakwaan.”
Iktiar dan doa bersama ini diharapkan menjadi jalan dibukanya pintu rahmat, keberkahan, serta kebaikan bagi masyarakat Kecamatan Rumbia dan seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto. (*)










