Turateanews.com — Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kelara, Akhmad Rewa, S.HI, menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Nurul Hidayah Tonrang, Desa Allu, Kecamatan Tarowang, Jumat, 4 September 2026.
Kehadiran Akhmad Rewa di wilayah Kecamatan Tarowang merupakan bagian dari program Khatib Lintas Kecamatan yang digagas KUA Kecamatan Kelara sebagai ikhtiar memperluas syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah dan silaturahmi antarwilayah di Kabupaten Jeneponto.
Dalam khutbahnya, Akhmad Rewa mengangkat tema “5 Kunci Ketenangan dan Kelapangan Hati”. Pesan khutbah diarahkan pada pentingnya memperkuat keimanan, membangun akhlak, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi sekaligus sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai keislaman.
“Alhamdulillah, kami dari KUA Kecamatan Kelara diberi amanah untuk bersilaturahmi dan berkhutbah di Masjid Nurul Hidayah Tonrang. Mari kita jadikan Jumat ini sebagai momentum untuk bermuhasabah, memperkuat iman, serta meningkatkan kepedulian sosial,” ujar Akhmad Rewa.
Jamaah Masjid Nurul Hidayah Tonrang mengikuti rangkaian Salat Jumat dengan khidmat. Kehadiran khatib dari kecamatan lain juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pesan keagamaan antarmasyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Kelara menegaskan bahwa program Khatib Lintas Kecamatan akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pengabdian penghulu kepada masyarakat.
Menurutnya, tugas penghulu tidak berhenti pada pelayanan administrasi keagamaan dan pencatatan pernikahan, tetapi juga mencakup kehadiran aktif di tengah masyarakat melalui pembinaan dan syiar keagamaan.
“Ini bentuk pengabdian penghulu. Kita tidak hanya melayani administrasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk syiar. InsyaAllah ke depan giliran masjid-masjid lain di Kecamatan Tarowang dan kecamatan sekitar,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu membangun jejaring dakwah yang lebih luas sekaligus memperkuat sinergi antara KUA, pemerintah desa, pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat.
Bagi KUA Kecamatan Kelara, Khatib Lintas Kecamatan bukan sekadar agenda bergiliran menjadi khatib, tetapi menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah lintas wilayah. (*)










