Turateanews.com — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jeneponto terus melahirkan inovasi strategis demi memperkuat fondasi pertanian dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Terbaru, instansi ini resmi memperkenalkan inovasi bertajuk GASSING (Gerakan Akselerasi Simpan Stok dan Integrasi Gudang Pangan).
Inovasi ini hadir sebagai langkah konkrit daerah dalam merubah pola simpan hasil panen tradisional menjadi lebih modern, aman, dan bernilai ekonomis tinggi bagi para petani.
Selama ini, para petani kerap dihadapkan pada tantangan klasik pascapanen: kualitas gabah yang menurun akibat kelembapan, serangan hama tikus dan serangga, hingga ancaman jamur.
Kondisi ini sering kali memaksa petani menjual hasil panennya secara terburu-buru dengan harga murah saat musim panen raya (panic selling).
Hadirnya program GASSING memberikan jawaban atas persoalan tersebut.
Melalui pendekatan teknologi sederhana namun efektif, petani diajak memanfaatkan wadah Silo Khusus yang kedap udara.
“Prinsip utama dari inovasi GASSING adalah menjaga kualitas gabah agar tetap prima meski disimpan dalam jangka waktu lama. Dengan wadah kedap udara ini, kerugian akibat hama dan jamur bisa ditekan secara signifikan,” Tutur Rahmat Dasmitho Kadis Ketahanan Pangan Jeneponto.
Agar hasil penyimpanan maksimal, program ini menerapkan syarat utama, gabah yang dimasukkan ke dalam silo wajib dikeringkan hingga mencapai kadar air maksimal 14%.
Penerapan program GASSING tidak hanya menyasar level individu, melainkan dikelola secara bertahap dan terintegrasi dari tingkat Keluarga, Kelompok Tani, hingga Desa.
Beberapa dampak positif yang dihadirkan melalui inovasi ini antara lain:
Petani Lebih Sejahtera, Petani memiliki daya tawar yang lebih baik karena dapat menyimpan gabah dan menjualnya saat harga pasar membaik.
Jaminan Pangan Keluarga, Stok pangan keluarga terjamin ketersediaannya dan tetap bergizi sepanjang tahun.
Lumbung Siaga Desa: Membentuk cadangan pangan di tingkat desa yang siap digunakan saat musim paceklik atau kondisi darurat.
Penurunan Stunting: Kepastian ketersediaan bahan pangan berkualitas di tingkat rumah tangga turut mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Jeneponto. (*)










