Turateanews.com — PT PLN (Persero) ULP Jeneponto melakukan manajemen beban secara terbatas sebagai dampak pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan yang menyebabkan penurunan kemampuan pasokan listrik pada sistem kelistrikan Sulselrabar, Selasa, 1 September 2026.
Berdasarkan informasi pembaruan yang disampaikan PLN ULP Jeneponto kepada pelanggan, kondisi tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Jeneponto dan sekitarnya.
PLN menyampaikan bahwa waktu pemadaman maupun penyalaan kembali dapat berubah dari jadwal yang telah ditentukan, menyesuaikan perkembangan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.
Sebelumnya, PLN ULP Jeneponto telah menyampaikan pengumuman mengenai rencana peningkatan keandalan listrik melalui pengaturan beban pada sejumlah wilayah. Pengaturan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan sekaligus upaya menjaga kestabilan sistem dan mencegah dampak gangguan meluas.
Dalam pemberitahuan tersebut, terdapat sejumlah wilayah yang masuk dalam rencana pengurangan beban secara bertahap, mulai pukul 11.30 hingga 24.00 WITA, dengan durasi yang berbeda pada masing-masing wilayah.
Namun, dalam perkembangan terbaru pada Selasa pagi, PLN kembali menyampaikan adanya pemadaman aktual akibat kondisi sistem.
Pemadaman Dimulai Pukul 09.14 WITA
PLN ULP Jeneponto melaporkan bahwa pada pukul 09.14 WITA terjadi pemadaman pada jaringan P_Batang (LEPAS).
Wilayah yang terdampak meliputi seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Batang serta seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Tarowang.
Selain itu, pemadaman juga berdampak pada sejumlah wilayah di Kecamatan Kelara, yakni Desa Samataring, Kelurahan Tolo Timur, Desa Gantarang, Desa Bontolebang, Desa Tombolo, sebagian Desa Bontonompo, Kelurahan Tolo Selatan dan wilayah sekitarnya.
Selanjutnya, pada pukul 09.33 WITA, PLN melaporkan pemadaman pada Sect_Taring (LEPAS) yang berdampak pada sejumlah wilayah di Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa.
Wilayah terdampak meliputi Desa Taring, Kelurahan Tonrorita, Kelurahan Lauwa, Desa Beruttallasa, Desa Julukanaya, Desa Borimasunggu, sebagian Desa Pencong dan wilayah sekitarnya.
PLN Minta Pelanggan Memahami Kondisi Sistem
PLN menjelaskan, pengaturan beban dilakukan karena adanya pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan yang menyebabkan berkurangnya kemampuan pasokan listrik.
Manajemen beban tersebut diperkirakan berlangsung sekitar tiga jam, namun durasi pemadaman dapat berubah sesuai dengan perkembangan kondisi sistem di lapangan.
PLN juga mengingatkan pelanggan bahwa jadwal padam dan nyala dapat berubah di luar waktu yang telah diinformasikan, bergantung pada kondisi sistem kelistrikan PLN Sulselrabar.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik dapat kembali normal setelah proses pemeliharaan selesai.
Atas kondisi yang terjadi, PLN ULP Jeneponto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak, terutama karena pemadaman dapat mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, kegiatan usaha, hingga kebutuhan rumah tangga.
Pelanggan yang membutuhkan informasi, menyampaikan laporan gangguan maupun pengaduan dapat menghubungi PLN Call Center 123 atau menggunakan aplikasi PLN Mobile.
PLN mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi kelistrikan dan tidak panik apabila waktu pemadaman maupun penyalaan kembali mengalami perubahan. (*)










