Turateanews.com — Sebagai wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusaian, Koordinator Komisariat (KORKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Institut Turatea Indonesia (INTAN) bersama empat komisariat menyalurkan bantuan hasil penggalangan donasi kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Balang Loe, Kelurahan Balang Beru, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Penyaluran bantuan kemanusiaan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi kejadian pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Empat komisariat yang terlibat aktif dalam aksi tanggap bencana ini meliputi Komisariat PGSD, Komisariat FKIP, Komisariat Ekonomi Institut Turatea Indonesia, serta Komisariat IAI Al-Amanah Jeneponto.
Bantuan diserahkan langsung kepada tiga kepala keluarga terdampak musibah kebakaran, yaitu Ibu Tija, Bapak Dandi, dan Bapak Iwan. Musibah kebakaran yang terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026 tersebut menghanguskan tiga unit rumah warga dan mengakibatkan kerugian materil yang cukup besar.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari aksi penggalangan donasi di jalan yang digalang secara masif oleh kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Adapun logistik yang diserahkan terdiri dari paket sembilan bahan pokok (sembako), pakaian layak pakai, serta bantuan dana tunai.
Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Koordinator Komisariat IMM Institut Turatea Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa para korban. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah menyisihkan rezekinya melalui aksi penggalangan dana kami. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita,” ungkap Ketua Korkom IMM INTAN Jeneponto.
Sementara itu, pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepedulian para mahasiswa. Bantuan ini dinilai sangat berarti dan membantu para korban dalam menghadapi masa pemulihan pascamusibah kebakaran. (*)










