Untuk Ummi, Rumah Tercintaku
Membaca pesanmu, jujur batinku bergemuruh dan mataku berkaca-kaca.
Di tengah segala kesederhanaan hidup yang belum bisa kuberikan kemewahan, tanpa mobil mewah, tanpa perhiasan indah, engkau justru memeluk lelahku dengan keikhlasan yang begitu luas.
Terima kasih sudah menjadi tempat pulang paling hangat.
Ketahuilah, kejujuran cinta dan ketulusan doamu di setiap sujud adalah perhiasan terindah yang pernah kumiliki dalam hidup ini.
Maafkan Aba jika belum bisa memberikan segala kemewahan dunia, namun percayalah, keringat dan perjuangan ini tidak akan pernah berhenti untuk membahagiakanmu dan anak-anak kita.
Untuk Ketiga Jagoan Aba
Untuk tiga putra kebanggaan Aba, kalian adalah alasan Aba untuk terus berdiri tegak setiap hari.
Meski hari ini kita melangkah dalam kesederhanaan, Aba ingin kalian tumbuh menjadi lelaki yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan selalu memuliakan Ummi kalian.
Bahagia Aba tidak diukur dari seberapa kaya kita di mata dunia, tapi dari senyum kalian dan ketulusan hangat di rumah kecil kita.
Ya Allah, ya Rabb yang Maha Pengasih…
Kuikhlaskan setiap peluh ini sebagai ibadah.
Berikanlah hamba kekuatan, kesehatan, dan kelapangan rezeki untuk memuliakan istri hamba yang begitu tulus, serta membimbing ketiga putra hamba menjadi anak-anak yang sholeh dan bermanfaat.
Jangan biarkan rasa lelah ini mengalahkan tekad hamba untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.
Jagalah Ummi dan anak-anak kita dalam lindungan-Mu, panjangkan umur kami dalam ketaatan, dan kumpulkan kami kembali di surga-Mu kelak.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Dari Abamu, yang mencintai kalian karena Allah.










